Kabupaten Bogor masih hadapi ancaman limbah b3

  Ā©

Transbogor.co-  Limbah bahan beracun berbahaya (b3) yang dihasilkan dari perusahaan diwilayah bogor secara terus menerus dimonitoring Pemerintah Kabupaten Bogor. Penerapan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) bagi perusahaan maupun usaha mikro di bumi tegar beriman juga masih terus di sosialisasikan.

Kepala Sub bidang Pengendalian Pencemaran pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sugeng mengungkapkan pengendalian limbah b3 masih menjadi persoalan serius yang harus dilakukan pengawasan secara ketat.

"Karena ini menyangkut kesehatan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan setempat untuk jangka panjang. Kalo bukan sekarang kapan lagi, jangan sampai terlambat, maka dari itu kami terus melakukan pencegahan secara aktif," katanya

Badan Lingkungan Kabupaten Bogor juga bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, narasumber BPLHD Provinsi Jawa Barat, untuk melakukan sosialisasi pengendalian air limbah perusahaan yang rencananya akan dilaksanakan bulan Mei 2016 mendatang. "Nantinya secara teknis dilapangan dikerjakan oleh BLH Kabupaten Bogor," jelasnya.

Berdasarkan data yang di peroleh BLH Kabupaten Bogor, terdapat sekitar 40 persen perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bogor yang belum menerapkan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Sementara perusahaan yang bisa dijadikan percontohan adalah PT. Holcim Tbk, PT Indocement Tbk, PT. Cevron Indonesia," tambahnya

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada 80 Klinik Kesehatan dan Puskesmas sekabupaten Bogor tentang pengelolaan limbah kesehatan, seperti jarum suntik bekas pakai, limbah darah, dan limbah obat kadaluarsa. "Limbah kesehatan juga berbahaya apabila dibuang sembarangan, maka itu mereka harus punya lahan khusus untuk IPAL," tutup Sugeng. (Zis/Rief)

.