Anak Pejabat BI Diperkosa Lalu Dibuang oleh Kakak Kelasnya

©ilustrasi tb

Transbogor.co- FT (14) Seorang pelajar yang merupakan anak pejabat Bank Indionesia (BI)  diperkosa usia diberikan minuman berwarna merah dalam botol air minereal dan pil oleh kakak kelasnya.

Menurut keterangan korban FT (14) mengaku nyasar sertelah dibuang oleh kakak kelasnya di taman Kota Wisata. Korban ditemukan pada hari Jumat (11/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban mengaku, ia tinggal di Jalan Musyawarah Jagakarsa Jakarta Selatan.

Sang ayah SM, adalah pejabat di Bank Indonesia, sedangkan NU, ibunya adalah seorang notaris

Kepolisian Polres Bogor belum memberikan keterangan. Namun berdasarkan informasi, korban pada hari Sabtu (5/3) bertemu dengan EN, DN dan N, tiga pelajar yang merupakan kakak kelasnya.

Dalam pertemuan itu rencananya, korban akan dikenalkan ke seorang pria yang dijodohkan tiga orang kakak kelasnya untuk menjadi pacarnya.

Pertemuan berlanjut hari Kamis (10/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, siswi ini dijemput DN dengan motor di depan komplek rumahnya dengan alasan untuk belajar kelompok.
Saat bersamaan datang mobil yang ditumpangi beberapa kawan DN.

Motor lalu ditinggal dan korban bersama Dn naik mobil yang keseluruhannya berjumlah enam orang.
Dalam perjalanan sekira pukul 18.00 WIB, rombongan mengarah Puncak. Sesampainya di Taman Wisata Matahari (TWM), sekitat pukul 20.00 WIB, datang KRS dan NO yang dijemput RO dan AF.

“Saat tiba, korban dikenalkan ke KRS yang dijodohkan Dn untuk jadi pacarnya. Korban ternyata tidak mau. Merasa cintanya ditolak, KRS pulang bersama NO,”kata sumber di Polsek Gunung Putri.

Setelah KRS pulang, rombongan korban lalu turun ke Kota Bogor. Rombongan kemudian menginap di Hotel Semeru sekitar pukul 22.00 WIB.

Mereka menempati satu kamar hotel nomor 105. Didalam kamar ini berisi FT (korban), DI, EN, yang tidur diatas kasur. Sedangkan R, HF, dan YN tidur di bawah.

Memasuki tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB Jumat (11/3), korban diberi minum warna merah dalam botol air mineral.

Usai minum, korban merasa pusing. Siswi ini lalu dikasih kapsul obat oleh Ry melalui tangan Dn.

“Usai minum obat itu, korban tidur. Saat sadar sekitar pukul 04.00 WIB Jumat subuh, korban merasa sakit pada punggung dan organ vitalnya,”kata sumber.

Memasuki Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan cek out dari hotel. Satu jam di jalan, atau sekitar pukul 14.00, mereka makan di emperan ruko, karena lapar.Usai makan siang, korban minta pulang, namun temen-temannya tidak mau.

Bahkan Dn bilang “Udah pulangin aja daripada ngomong terus.”

Usai makan, mereka bergegas masuk mobil untuk pulang. Dalam perjalanan, korban yang masih di bawa pengaruh obat dan miras, lalu tertidur.

Kesempatan ini dimanfaatkan pelaku dengan menurunkan korban. Saat terbangun dari tidurnya sekitar pukul 17.30 WIB jumat sore, ia bingung, karena sedang sanderan seorang diri di patung kuda terbang di Komplek Taman Kota Wisata.

“Korban kebingungan dan berjalan sambil menangis. Ia ditolong warga kemudian membawanya ke Pos Lalulintas Nagrak. Setelah itu, korban dibawa ke Polsek Gunung Putri,”ujarnya.

Kepada petugas di Mapolsek, gadis ayu berkulit putih ini mengaku, barang miliknya berupa, tas sekolah warna pink berisi baju ganti, uang Rp 200 ribu dalam dompet, cincin mas, jam tangan, HP iphone, catatan kecil berisi nomor hp, tertinggal dalam mobil yang membuangnya di jalan.

Kepolisian lalu memcari alamat rumah dan sekolah yang di sebutkan korban. “Ternyata benar, korban itu anak pejabat,”papar sumber ini. (PK/RIef)

.