Edarkan sabu sebanyak 17 kg di Jakarta, WN Iran Dituntut Mati

©ilustrasi tb

Transbogor.co- Perang narkoba terus ditabuh Kejaksaan Agung. Meski belum mengeksekusi mati bandar narkoba lagi, tetapi di persidangan tuntutan mati terus dilancarkan. Salah satunya adalah WN Iran Jahangirzadeh Majid bin Ahmad yang mencoba mengedarkan sabu sebanyak 17 kg di Jakarta.

Kasus ini bermula saat BNN mendapati informasi akan adanya transaksi narkoba sindikat internasional. Lalu tim BNN mengintai Majid duduk di salah satu restoran pusat perbelanjaan Plaza Atrium pada tanggal 21 Mei 2015. Saat itu Majid membawa tas warna abu-abu. Kemudian datang dua orang laki-laki datang dan memilih duduk di belakangnya.

Sekitar 15 menit kemudian, terdakwa keluar dari restoran tersebut diikuti oleh salah satu pria menuju Hotel Lumire. Tak lama kemudian, rupanya Majid kembali lagi ke restoran semula. Selanjutnya, Majid dan kedua pria tersebut berjalan secara terpisah menuju Jalan Raya Senen III.

Sesampainya di lokasi, terdakwa seolah-olah berpapasan dengan pria-pria itu untuk mengeluarkan bungkusan berupa paper bag warna cokelat yang diduga berisi narkoba yang diambil dari tas berwarna abu-abu. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan arah yang berlawanan, di mana Majid menuju Plaza Atrium.

Setelah itu, anggota tim BNN langsung menyergap salah seorang pria itu dan mengamankan plastik bening berisi narkoba jenis sabu seberat kurang lebih 935 gram yang baru diterima Majid. Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 WIB anggota tim BNN lainnya berhasil menangkap Majid di lobi Plaza Atrium Senen.

Saat ditangkap, Majid terlihat melempar anak kunci yang ada label A1704. Melihat itu petugas langsung menanyakan kepada security dan diketahuilah bahwa kunci tersebut merupakan kunci kamar Apartemen Mitra Oasis. Terdakwa digiring anggota BNN ke apartemen itu menuju lantai 17 dan membuka kamar 1704, tempat ia menginap bersama salah seorang teman lainnya.

Di kamar tersebut, anggota tim BNN mendapati 10 bungkus plastik berisi kristal bening dalam koper warna hiram dengan berat sekitar 10 kg. Tak hanya itu, ditemukan juga 7 bungkus plastik berisi kristal bening dengan rincian 5 bungkus plastik besar dan 2 plastik kecil di dalam lemari pakaian bagian atas dengan berat sekitar 5 Kg. Total barang bukti yang ditemukan 17 Kg shabu.

Atas temuan tersebut, jaksa mendakwa Jahangirzadeh dengan Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Setelah pembuktian dilakukan, jaksa yakin jika Majid bersalah.

"Menuntut terdakwa Jahangirzadeh Majid bin Ahmad dengan pidana mati," tuntut tim JPU yang terdiri dari Saida Hotmaria, Heri Setiawan dan Aris Munandar dalam berkas tuntutan yang didapat detikcom, Rabu (16/3/2016). (Det)

.