Pemerintah tutup sementara Uber dan Grab, Kata Fahri Hamzah

©ilustrasi tb

Transbogor.co-  Pengemudi taksi berencana mengadakan demo besar-besaran di Gedung DPR pada Selasa (22/3) besok untuk menuntut penutupan taksi berbasis aplikasi online seperti Grab dan Uber. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta agar Pemerintah sebaiknya menangguhkan sementara operasi Uber dan Grab agar tidak menimbulkan cekcok di masyarakat.

Dia menilai, sejauh ini belum ada regulasi yang mengatur operasi Uber dan Grab di
Jakarta.

"Jadi ini belum ada regulasinya, aplikasi-aplikasi ini jangan dibiarkan sama saja ini mengganggu yang sudah ada. Aplikasi ini hentikan dulu ditata dengan rapi agar tidak berkelahi," kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/3).

Dia mengatakan, kehadiran taksi Uber dan Grab tidak boleh mematikan usaha taksi konvensional di Jakarta. Negara harus adil dalam mengatur sistem operasional keduanya.

"Sudah saya bilang sektor modern tidak boleh mematikan sektor tradisional, tugas negara itu harus ada hadir untuk memastikan sektor modern tetap terjaga, sektor tradisional tetap berkembang," pungkas dia.(Mer)

.