BANGUNAN CIMORY DIDUGA SALAHI GARIS SEPADAN SUNGAI

©ilustrasi

?Transbogor.co- Keberadaan restauran Cimory di kawasan Puncak Bogor marak diberitakan dugaan menyalahi aturan garis sepadan sungai (GSS) di bibir sungai Ciliwung yang membelah wilayah Kecamatan Cisarua.

"Kita akan turun ke lapangan melakukan cek apakah benar restauran itu manyalahi aturan seperti yang diduga. Jadi kita belum bisa mengatakan ada pelanggaran atau tidak melanggar garis sepadan sungai Ciliwung ," jelas Ludris Kepala Bidang Sengketa Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor saat dihubungi, Senin (28/3).


Terpisah, Kepala Seksi Restoran dan Rumah Makan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Zaky Zakaria membenarkan restauran Cimory sudah mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) . "Mengenai perijinan lainnya silahkan akses di BPMPST Kabupaten Bogor," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Masyarakat Bogor (FMB-), Rahmatullah mengungkapkan letak bangunan restoran Cimory.Diduga melanggar dan menabrak aturan Pemerintah Kabupaten Bogor. "Posisi bangunan itu bisa saja merusak lingkungan sungai dan membahayakan pengunjung jika sewaktu-waktu terjadi banjir karena letak dibibir sungai serta rawan terjadi longsor," ungkapnya.


Apalagi, beberapa kejadian terakhir ini, hotel Bali Cianjur serta restauran Gumati yang berada di Kota Bogor mengalami longsor. Tentu hal tersebut harus menjadi pelajaran baik pengelola maupun penegak Perda yang harus menerapkan aturan, sebelum jatuh korban lagi.


Dirinya juga menuding adanya dugaan konspirasi dan diskriminasi dalam penegakan Perda.
"Yang ditertibkan hanya usaha yang berskala menengah ke bawah, sementara pelaku usaha besar leluasa membuka usahanya kendati menabrak aturan,"paparnya. (bili)

.