Pengganda DVD Film Porno DIciduk Polisi

©ilustrasi tb

Transbogor.co-Muhrozin dkk menyulap ruko di Pulogadung, Jakarta Timur menjadi pabrik penggandaan DVD porno. Alhasil, mereka harus menghuni selama 10 bulan penjara.

Kasus bermula saat Muhrozin diajak Eko untuk menggandakan DVD film porno, baik film barat atau Asia. Kesepakatannya, Eko akan menyediakan cover DVD dan memasarkan hasil bajakan film itu. Imbal jasanya, Muhrozin akan diberi upah Rp 300 per keping.

Muhrozin menyanggupi ajakan kerjasama jahat itu dan mencari kontrakan untuk dijadikan pabrik pengganda video porno. Ditemuilah sebuah ruko di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Untuk menggandakan ribuan DVD itu, Muhrozin membeli dua alat duplikat masing-masing seharga Rp 4 juta dan juga7 unit komputer. Adapun untuk masternya, Muhrozin membeli DVD porno berbagai judul di Pasar Glodok.

Dalam menjalankan bisnis jahatnya, Muhrozin merekrut dua karyawan yaitu Suparyono (32) dan Nasiyono (32). Kedua karyawan ini dibayar dengan sistem komisi yaitu Rp 60 per keping DVD. Setelah selesai digandakan, ribuan DVD itu akan dikirim oleh seorang kurir yaitu Atim (30) untuk diserahkan kepada Eko.

Bisnis esek-esek ini berjalan mulus pada kuartal pertama 2015. Dalam satu minggu, Muhrozin mengirimkan tiga kali paket ke Eko dan sekali kirim membawa 2 ribu DVD film porno. Total Muchrozin berhasil menggandakan 672 ribu keping DVD film porno, baik barat maupun Asia dengan keuntungan Rp 50 juta lebih.

Tapi siapa nyana, gerak-gerik Muhrozin terendus aparat. Saat pengiriman DVD film porno yang kesekian kalinya pada 5 Agustus 2015, polisi telah menguntit pengiriman paket tersebut. Saat Atim hendak menyerahkan DVD film porno itu, tim Dirkrimsus Polda Metro Jaya membekuknya dan terungkaplah kasus ini. Adapun Eko hingga kini masih buron. Polisi kemudian menggulung kawanan tersebut dan mereka didudukkan di kursi pesakitan.

Jaksa menuntut empat orang yaitu Muhrozin, Suparyono, Nasiyono, dan Atim selama 1 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa masing-masing selama 10 bulan penjara," putus majelis Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (4/4/2016).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Porman Situmorang dengan anggota Bhaskara P Bharata dan Eris Sudjarwanto. Majelis menyatakan keempatnya bersalah melakukan tindak pidana UU Pornografi yaitu menggandakan dan memperjualbelikan DVD film porno.

"Perbuatan para terdakwa dapat merusak moral anak bangsa," putus majelis dengan suara bulat.(Det)

.