Terapkan SIAK-5, Nik Warga Tertukar Tak Bisa Urus BPJS, Nah Loh ?

©

Transbogor.co-  Penerapan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) menuju SIAK-5 hambat layanan kependudukan bagi masyarakat pedesaan. Pasalnya, masih terjadi nomor induk kependudukan (NIK) warga yang tertukar. 

Ketua Rt 02/03 Desa Cikeas Kecamatan Sukaraja, Nurdin mengeluhkan seorang warganya tidak dapat mengurus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) karena NIK KTP manual milik warganya sudah digunakan oleh warga Gunung Geulis yang memiliki kesamaan nama. Sedang seorang warga lainnya yang hendak mengurus BPJS Kesehatan ditolak lantaran NIK KTP-el muncul pada database BPJS Kesehatan ternyata milik orang lain. 

"Saya mendapat laporan dari 2 warga yang mengaku dirugikan karena NIK mereka bermasalah di database KTP-el dan BPJS Kesehatan, maka itu saya langsung ke kantor layanan KTP-el Kecamatan Sukaraja untuk minta klarifikasi terkait masalah ini. Saat ini dalam database tidak muncul NIK kedua warga saya yang asli keturunan Cikeas ini," ungkapnya di kantor Camat Sukaraja.

Menurutnya, kedua warganya itu merasa dirugikan atas kejadian ini karena sulit mengurus legalitas kependudukan dan program BPJS Kesehatan. "Waktu masih diberlakukan KTP manual mah ga pernah ada kejadian begini, sekarang malah pakai sistem teknologi canggih tapi eror di database bikin warga dirugikan," keluhnya. 

Saat ditemui, operator Kependudukan Kecamatan Sukaraja membenarkan nama warga tersebut tidak bisa diakses pada database Dukcapil Kabupaten Bogor, sehingga proses kepengurusannya terpaksa di-pending untuk batas waktu yang belum bisa ditentukan. (bili) 

.