Camat Di 13 Provinsi Diklat Kepamongprajaan dan Timba Ilmu Di Kabupaten Bogor

©

Transbogor.co- Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pelayan masyarakat kecamatan yang loyalitas dan cerdas. Camat dari berbagai daerah di Indonesia melakukan diklat teknis kepamongprajaan bersama Camat Se-Kabupaten Bogor di, Ruang Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Kamis (19/5). Hal itu dilakukan mengingat peran kecamatan sangat penting dalam mendukung terwujudnya pemerintahan yang baik.

 Asisten Pemerintah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, peran kecamatan saat ini menjadi garda terdepan berhasil tidaknya roda pemerintahan yang baik menuju E-Govermen. Untuk itu SDM kecamatan perlu dioptimalisasi dalam memberikan pelayanan publik.
 
“Setiap pemimpin maupun pelayan publik harus mengetahui potensi yang dimiliki oleh wilayahnya. Mulai dari karakteristik masyarakatnya, keunggulan diberbagai sektor agar target yang ingin dicapai bisa terwujud. Dengan luasnya wilayah Kabupaten Bogor ini menjadi tantangan yang besar bagi setiap Camat yang bertugas di Kabupaten Bogor, sehingga untuk mempelajari tata kelola pemerintahan, Kabupaten Bogor ini memang cocok sehingga kita bisa saling bertukar informasi dan pengalaman melalui kegiatan ini,” Kata Burhanudin.
 
Ia juga menambahkan, sebagai seorang pemimpin, khususnya camat tidak hanya pandai tetapi harus pandai berkomunikasi. Seorang camat itu harus fleksibel, karena camat mempunyai wewenang yang diberikan Bupati. “Untuk itu Camat harus dekat dengan masyarakatnya dan tahu kondisi wilayahnya, ketika itu mampu dilaksanakan dengan baik oleh camat, dijamin wilayah yang ia pimpin maju,” lanjutnya.
 
Sementara itu, Kasubbid Tenaga Pendidikan kepamongprajaan, yang juga ketua rombongan diklat teknis kepamongprajaan, Makmur Siregar mengatakan, diklat ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana konsep dan tata kelola pemerintah Kecamatan di Kabupaten Bogor. “Kabupaten Bogor ini kan memiliki 40 kecamatan, jadi kita ingin mengetahui bagaiman konsep pemerintah kecamatan yang ada di Kbaupaten Bogor,” katanya.
 
Sebagai percontohan, para peserta diklat mengunjungi Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Sukaraja. Para peserta diklat terdiri dari berbagai provinsi diantaranya Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Jawa Barat (Karawang), Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Papua dan Maluku.

 

.