Pemprov Jabar Ingin Bentengi Perempuan Dana Anak Dari Tindak Kekerasan

©

Transbogor.co- Maraknya kasus kekerasan baik fisik maupun seksual yang menimpa perempuan dan anak, kini semakin mengkhawatirkan. Terutama kerawanan terhadap aksi pencabulan dan pemerkosaan yang ironisnya para pelaku merupakan anak - anak dibawah umur. 

Untuk mengatasinya, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Heryawan berpendapat peran serta seluruh masyarakat harus dimaksimalkan mulai dari menaruh perhatian khusus, hingga berani melapor jika ada kejadian kekerasan pada perempuan dan anak.

Menurut Netty Heryawan, masyarakat yang menutup mata dan tidak peduli akan ancaman kekerasan pada perempuan dan anak, bisa saja menjadi korban, karena miskinnya informasi, wawasan, nilai-nilai agama, hingga minimnya akses pengaduan dan perlindungan bagi korban. 

“Dari tahun 2013 sampai 2015, sudah ada 231.000 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak-anak. Pilihan kita hanya dua, mau menolong atau ditolong?”, ujar Netty Heryawan dalam Rilis Humas Pemprov Jabar, Jum'at (20/5/2016).

Data di P2TP2A Jawa Barat menyebutkan, sejak berdiri di tahun 2010 lalu, P2TP2A telah menangani tidak kurang dari 946 kasus. Bahkan terhitung dari awal hingga perengahan tahun 2016 ini, ada 58 kasus yang diterima P2TP2A Jawa Barat.

“Itu hanya yang tercatat melapor di P2TP2A Jawa Barat saja. Berapa banyak kasus yang dilaporkan di P2TP2A Kabupaten/Kota lain? Berapa banyak yang justru tidak melapor karena minimnya akses korban, atau malu melapor karena dianggap aib?”, paparnya.(Bil)

.