Siswa Tidak Ikut Ujian Dicuekin Pihak Sekolah, Ini Tanggapan Disdik

©net

Transbogor.co- Ujian Nasional tingkat Sekolah dasar (SD) berakhir (18/5) lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor meminta kepada seluruh pihak sekolah di wilayah Bumi Tegar Beriman untuk melaksanakan ujian susulan bagi siswanya yang tidak mengikuti Ujian Nasional.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Drs.H..Aman Muslihat Noor,M.Pd menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah untuk memastikan seluruh siswanya mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional. Apabila ditemukan adanya siswa yang tidak mengikuti saat pelaksanaannya, maka harus melakukan ujian susulan sesuai jadwal tentatif tanggal 23, 24 dan 25 Mei 2016 sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. 

"Pemerintah sedang gencar kampanye Ayo Sekolah, yang mendorong pendidikan berkelanjutan. Apabila ternyata ada siswa yang tidak hadir saat pelaksanaan ujian sekolah dan ujian nasional, hendaknya pihak sekolah memanggil orang tua siswa untuk diarahkan siswa tersebut mengikuti ujian susulan melalui mekanisme yang sudah ditetapkan," himbaunya, Selasa (23/05)

Hal ini perlu dilakukan, lanjut dia, untuk mengentaskan wajib belajar sembilan tahun di wilayah Kabupaten Bogor. "Adanya laporan, seorang siswa SDN Pasir Eurih 02 yang tidak ikut ujian sekolah dan ujian nasional perlu disikapi serius dengan melakukan jemput bola, ini bagian dari tanggung jawab pendidik," lugasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Jery Sugiarto seorang siswa kelas 6 SDN Pasir Eurih 02 Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari tidak mengikuti ujian sekolah dan ujian nasional tingkat Sekolah Dasar dikarenakan sakit dan tidak ada perhatian dari sekolah. 
Siswa yang berasal dari keluarga miskin ini pun terancam tidak dapat ikut ujian susulan lantaran belum ada konfirmasi dari pihak sekolah lebih lanjut untuk melakukan jemput bola kembali. Orang tua siswa Ny. Ucum mengaku guru kelas 6, Yuli, memang pernah mendatangi kediamannya untuk membujuk anaknya agar mau datang ujian sekolah.

"Saya tidak bisa berbuat banyak terhadap anak saya yang minder karena kerap dihina teman-teman sekelas sebagai anak miskin dan penyakitan," keluhnya. (Bil)

.