Dekatkan Warga, Baznas Kota Bogor Buka Konter Zakat di Lima Supermarket

©

Transbogor.co- Bulan Ramadhan yang penuh berkah dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor dengan menurunkan lima konter zakat di lima Supermarket. Tujuannya untuk lebih mendekatkan masyarakat yang ingin berzakat mal, zakat fitrah, shadaqoh ataupun infak. Pasalnya dari perhitungan data, Baznas Kota Bogor harus mengumpulkan zakat sebesar 25 Miliar di tahun ini.

Sekretaris Baznas Kota Bogor Jejen Hermawan mengatakan, target perolehan zakat, infaq, shadaqoh tahun ini 25 Miliar berdasarkan jumlah data, Sementara dana real yang dikelola Baznas sekitar 3,5 Miliar. Angka 25 Miliar didapat dari jumlah zakat fitrah yang diperoleh 183 Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di setiap masjid yang dibina Baznas. Zakat fitrah dimasing-masing UPZ masjid akan disebar langsung ke masyarakat sekitar.

“25 Miliar itu 15 Miliarnya zakat fitrah dan 10 Miliarnya zakat mall, infaq dan shadaqoh,” ujar Jejen di kantornya yang berada di Jalan Pajajaran Nomor 10, Kota Bogor.

Menarik masyarakat yang kesadaran membayar zakatnya masih kurang, Baznas melakukan jemput bola dengan membuka konter zakat di Giant Yasmin, Giant Botani, Giant Pajajaran, Giant Sentul dan Giant Dramaga. Jeje menuturkan, Baznas juga melakukan sosialisasi dengan roadshow ke Masjid-masjid untuk memberikan tausyiah dan pencerahan terkait kewajiban membayar zakat. “Kami juga membuat surat ederan ke semua instansi tentang besaran zakat tahun ini yakni Rp 30 ribu perjiwa, atau 2,5 Kg beras,” jelas Jeje.

Kenaikan jumlah zakat sejauh ini terus meningkat sebesar 40 persen. Seperti pada tahun lalu Rp 22,9 Miliar tahun ini target 25 Miliar harus bisa tercapai. Baznas juga secara setahap melakukan pendataan Masjid-masjid yang belum terdaftar menjadi UPZ. Zakat yang diperoleh Baznas selama setahun akan dibagikan kepada delapan kelompok penerima zakat (Mustahik) yang jumlah Mustahik di Kota Bogor lebih banyak dibanding pemberi zakat (Muzaki).

“Uang yang ada diserap melalui program kesehatan, pendidikan, syiar dakwah, ekonomi dan kemanusiaan. Itupun baru bisa membantu 30 persen dari jumlah warga miskin di Kota Bogor,” pungkas Jeje. 

.