Keseriusan Koalisi Yang Dapat Pecahkan Kekosongan Kursi Wabup

©

Transbogor.co-Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bogor, Hendrayana mengaku,jika koalisi Kerahmatan pernah berupaya mengumpulkan seluruh partai yang tergabung beberapa waktu lalu. Untuk membahas mengenai kekosongan kursi wabup Bogor.

"Upaya sudah kami lakukan beberapa kali, namun saat itu ada satu partai koalisi yang tidak hadir,"ujar Hendrayana yang juga salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor ini.

Sementara itu ditempat terpisah,Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Anton Sukartono Surato ketika ditemui mengatakan, bahwa Partai Demokrat sejak awal sudah menunjukkan sikapnya dengan melakukan penjaringan bakal calon Wabup Bogor.

"Dari awal Partai Demokrat sudah merespon kekosongan Wabup. Terbukti dengan proses penjaringan yang dilakukan dengan Momon Permono sebagai orang yang terpilih. Namun di koalisi Kerahmatan sendiri yang tidak serius, karena masing-masing elit politik mempertahankan ego-nya," kata Anggota DPR RI ini.

Tingginya ego masing-masing elit politik itulah kata Anton, yang coba disamarkan dengan sikap plin-plan berbau politis dalam menetapkan figur pendamping Nurhayanti.

Bukan saja memperlambat mekanisme yang sejatinya tinggal diserahkan ke Bupati, tapi juga preseden buruk bagi demokrasi di Kabupaten Bogor.

"Sikap egois inilah yang membuat proses pengisian Wabup tidak ada titik temu. Akibatnya persepsi miring DPRD Kabupaten Bogor di mata masyarakat semakin menguat," ujarnya.

Bupati Bogor Nurhayanti juga menegaskan, jika dirinya kapan pun siap memproses bakal calon yang akan mendampinginya. 

"Kita tunggu saja, karena koalisi yang mengajukan. Kalau koalisi hari ini mengajukan siapa pendamping saya, maka hari ini pula akan saya proses," kata Nurhayanti.

Dirnya juga mengatakan, semenjak dilantik sebagai Bupati, dirinya langsung merespon agar langsung diusung Wabup oleh koalisi.(FIr)

.