Warga Keluhkan Pembuangan Sampah Di Galuga

©

Transbogor.co- Merasakan rugi akibat pencemaran di area persawahaan, dan air sumur, warga dengan sejumlah aktifis pertanyakan pembuangan sampah ilegal di Galuga.

Penyelesaian kerjasama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga antara Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor masih perlu jalan panjang. Pada Januari 2016 lalu, truk sampah milik Pemkot Bogor dihadang oleh sejumlah warga bersama ormas.

Hal ini membuat geram sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Anti Koruptor (GERAK), menjadi sebuah hal yang miris ketika warga harus menghadang truck sampah sendirian. "Kemana Pemerintah dalam hal melindungi warganya dari pihak lain yang melawan hukum dan merugikan warganya, kita memiliki Satpol PP yang seharusnya menghadang truk-truk sampah Kota Bogor yang mana pemanfaatan TPA tersebut belum memiliki izin," kesal ketua GERAK, Abdul saat menyuarakan aspirasinya

Dirinya menyesalkan berbagai persoalan yang rumit terjadi dalam Pemerintahan Kabupaten Bogor. "Padahal Bupati memiliki Sekda yang mempunyai tugas mengkoordinasikan seluruh jajaran SKPD dan lembaga lainnya, jika Sekda mampu dan kuat maka kemungkinan adanya Silpa yang berlebihan diluar batas wajar seharusnya dapat dihindari, dan warga Galuga yang menahan truk sampah seharusnya tidak terjadi," harap dia. (Zis)

.