Berdiri 2011 Silam, Terminal Hujan Bantu Anak Putus Sekolah

©

Transbogor.co- Anak-anak usia sekolah yang kini tak lagi mampu mengenyam bangku pendidikan formal, adalah mereka yang setiap harinya biasa berjualan di Terminal Bus Baranangsiang, Bogor Timur. Mereka ini diajarkan oleh sekolompok kalangan muda yang tergabung dalam komunitas Terminal Hujan. Anak-anak ini jumlahnya sekitar seratusan orang yang berasal dari sekitar Terminal Bus Baranangsiang, termasuk juga dari wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah.

Hal ini dijelaskan Lurah Babakan Pasar Rokib Alhudri usai pelaksanaan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan di Vihara Mahabrahma, Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah,. Selama ini, lanjutnya, tempat mereka belajar tidak menetap. Oleh karenanya, apa yang diajarkan Terminal Hujan itu pendidikan yang bersifat non formal. "Terminal Hujan ini sempat difasilitasi untuk belajar di halaman kantor Kelurahan Baranangsiang, tapi di situ sifatnya situasional. Artinya kalau hujan saja. Tapi kalau tidak hujan biasanya mereka di lapangan, di alam terbuka," terang Rokib.

Oleh karena itu, katanya, Walikota Bogor Bima Arya memerintahkan selama kantor Kelurahan Baranangsiang direhab agar dapat difasilitasi di Kelurahan Babakan Pasar. "Tapi di sini ada kendala karena dipakai juga untuk kegiatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) paket A, B, dan C, dan ini pun jadwalnya sama setiap hari Sabtu dan Minggu. Tapi nanti soal ini akan dibicarakan lagi dengan pihak Terminal Hujan. Kalau misal mereka bisa bergeser harinya, akan bisa kita fasilitasi," papar lurah.

Komunitas Terminal hujan ini, dikatakan Rokib, telah berdiri sejak sekitar tahun 2011 silam. Mereka yang tergabung di dalamnya itu dari berbagai latar belakang, namun dengan satu visi misi yang sama ingin membantu anak-anak putus sekolah untuk mendapatkan ilmu kendati melalui pendikan yang bersifat informal.

.