Bupati Bogor Rayakan Hani 2016 Dengan Berzikir Bersama Ustad M.Arifin Ilham

©

Transbogor.co- Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tingkat Kabupaten Bogor di laksanakan yang bertempat pada pelantaran halaman masjid Az-zikra, Sentul Kecamatan Babakan Madang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti yang secara langsung membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso, yang mengungkapkan bahwa BNN di semua tingkatan mulai dari tingkat Pusat, Provinsi sampai Kabupaten/Kota melakukan upaya maksimal dalam rangka menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia dari ancaman penyalahgunaan Narkotika melalui bidang pencegahan dan bidang pemberdayaan.

"Bidang pencegahan, telah dilakukan upaya peningkatan ekstensifikasi dan intensifikasi komunikasi informasi dan edukasi, mulai dari kalangan usia dini sampai dewasa ke seluruh Indonesia, bidang pemberdayaan sebanyak 705 warga pada tahun 2015 sampai dengan juni 2016 di wilayah rawan dan penyalahgunaan narkoba telah mendapatkan pelatihan peningkatan kemampuan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan life skill," ungkapnya.

Ditambahkan juga olehnya dalam kurun waktu 2015 sampai juni 2016, telah terungkap sebanyak 1.015 kasus kejahatan Narkotika, Baik yang ditangani oleh BNN Pusat maupun BNN Provinsi dengan tersangka sejumlah 16.81 orang dan tindak pencucian uang yang berasal dari kejahatan Narkotika sebesar RP 142.058.158.337, BNN juga sedang sedang melakukan proses transaksi mencurigakan hasil dari kejahatan narkotika sebesar 3,6 Trilyun.

"Di bidang pemberantasan BNN telah mengungkap sebanyak 72 jaringan sindikat Narkotika, baik Nasional maupun Internasional, sedangkan barang bukti yang berhasil disita terdiri dari jenis Narkotika shabu sebesar 2,8 Ton, jenis ekstasi sebanyak 707.864 butir, jenis ganja 4,1 ton dan lahan ganja seluas 69 hektar," tambahnya.

Ia juga mengatakan BNN melalui lembaga rehabilitasi milik Pemerintah dan masyarakat telah merehabilitasi sebanyak 42.429 pencandu dan penyalahgunba Narkotika yang berada si seluruh indonesia, dimana sejumlah 2500 direhabilitasi melalui balai besar rehabilitasi yang dikelola oleh BNN, yang berada di lido Bogor, Baddoka Makassar, Tanah Merah Samarinda dan Batam Kepulauan Riau.

Nurhayanti juga menyampaikan penyalagunaan di Kabupaten Bogor, urutan kedua setelah Bandung di Provinsi Jawa Barat, dengan angka Prevalensi yang di miliki 0,02% dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor namun jumlah penyalahgunaan yang sudah ditangani oleh BNNK Bogor melalui lembaga rehabilitasi sampai dengan juni 2016 sebanyak 330 orang dengan jenis Narkotika yang sering digunakan seperti Shabu 40%, Miras 31%, Ganja 20%, Ekstasi 3%,heroin 2%, obat-obatan 4%.

"Saya meminta agar seluruh elemen masyarakat telah bersatu padu untuk bahu membahu memerangi penyalahgunaan narkoba demi menyelamatkan bangsa dari kerentananan sosial akibat penyalahgunaan Narkiba," ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut juga dihadiri Kepal BNNK Bogor, Nugraha Setiabudi, Wakil Ketua DPRD, Ade Munawaroh, Ustadz Muhammad Arifin Ilham serta Perwakilan Muspida Kab. Bogor

.