Cara Sekolah Menetaskan Siswa Jawara UN

   Ryan, Orang Tuanya, dan Staff Pengajar SMA Kanisius Jakarta. Foto. Net

Jakarta, Trans Bogor – Sekolah Menengah Atas Kanisius Jakarta, berhasil menelorkan siswa berprestasi. Pasalnya, salah satu siswanya, Ryan Aditya Moniaga menjadi jawara nilai tertinggi se Indonesia. Pencampaian tersebut diperoleh selain memang kepintaran Ryan, juga tidak terlepas dari pihak sekolah yang mempunyai cara jitu untuk melatih siswa-siswi agar siap menghadapi soal UN.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Kanisius Jakarta, Romo J. Heru Hendarto, SJ mengatakan, pihak sekolah membuat Try Out (TO) sebanyak lima kali, dimulai pada November lalu. Secara konseptual mereka matang dan paham, bagaimana konsep-konsep ini dikembangkan di dalam berbagai macam soal penghitungan, mereka harus memecahkan soal-soal itu.

"Nah, lewat latihan-latihan tersebut yang cukup banyak, maka anak-anak ini cukup mendalam. Itu sebabnya anak-anak kalau Matematikanya cukup kuat di program studi (prodi) IPA," ucapnya, kemarin.

Selain Matematika, mapel Fisika pun juga kuat, maka untuk Fisika anak-anak angkatan ini nilai rata-ratanya 9,03, Matematika 8,61, tahun lalu Matematika 9,01 karena tahun ini agak susah sedikit, namun Bahasa Inggris masih cukup bagus 8,66.

"Bahasa Indonesia-nya oke rata-rata 8,52. Yang agak kurang tahun lalu Kimia karena hafalannya banyak, sehingga anak-anak kurang membaca tapi masih bagus 7,79, untuk Biologi tahun lalu 8,03 dan tahun ini meningkat menjadi 8,29," ungkapnya.

Ia juga bangga dengan tingkat kelulusan ujian nasional (UN) di SMA Kanisius, 100 persen lulus. Angka ini tetap bertahan dari tahun ke tahun bagi SMA di bilangan Menteng tersebut.

"Mengalami peningkatan di mata pelajaran (mapel) Biologi, mengalami penurunan di Kimia, dan penurunan sedikit di Matematika, Fisika juga. Tapi secara keseluruhan dari sisi peringkatnya naik, sedangkan kalau dari angka nilai rata-rata ada yang turun. Bahasa Inggris juga turun sedikit tapi masih terbaik di Jakarta Pusat," bebernya. (fin)

.