Praktik Mesum Berkedok Panti Pijat Tubuh Subur Di Sukaraja

©

Transbogor.co-Keberadaan praktek mesum terselubung berkedok panti pijat tradisional di wilayah Kecamatan Sukaraja masih beroperasi. Sekilas orang awam mengira panti tersebut khusus untuk pijat kebugaran tubuh.

Tak kurang empat panti pijat yang lokasinya terpisah sudah menjadi target pengawasan Pemerintahan Kecamatan Sukaraja, menyusul laporan warga tahun lalu yang protes agar panti tersebut segera ditertibkan.

"Tapi, lihat saja sendiri pak Masih beroperasi panti-panti itu, perempuan pemijatnya juga masih muka-muka lama tidak asing lagi, sudah rahasia umum semua orang disini pak," ungkap Iwan warga Rt.01/01 Pasar Ciluer, Rabu (27/7).

Hal senada juga diungkapkan Ny.Marnih, bukan nama sebenarnya, yang membuka usaha makanan tak jauh dari lokasi panti pijat di Ruko Dua Raja Pasar Ciluar. "Pemijatnya suka pesan makanan bungkus disini tiap siang dan kadang sore hari," kata dia.

Disinggung adanya dugaan praktek mesum terselubung di panti pijat itu, dirinya tidak menampik rahasia umum tersebut. "Banyak pelanggan saya yang cerita bisa ML di panti itu tergantung negosiasi harga lalu bisa pakai dilantai atas," tutur wanita setengah baya ini polos.

Saat dikonfirmasi, Kabid Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, membenarkan adanya laporan tahun 2015 dari pihak Kecamatan Sukaraja tentang keluhan warga terhadap dugaan praktik mesum di sejumlah panti pijat. "Kita tidak cukup sebatas laporan dugaan tanpa bukti adanya praktik mesum. Tapi, bila terbukti pasti kita segel," jelasnya.

Pantauan dilokasi, di Ruko Dua lantai tersebut terdapat dua panti pijat berbeda tak jauh dari Ruko Karaoke Nada Lestari. Sedangkan dua panti lainnya berada di Jalan Sukaraja Desa Cimandala. Tarif pijat normal rata-rata Rp100 Ribu hingga Rp150 Ribu per jam. (als)

.