Kampung Wisata D’Jampang Masih Sarat Kearifan Lokal

©transbogor

Transbogor-  Di jalur Jalan Raya Parung – Bogor Km 45 ada sebuah kampung adat Jampang sebagai warisan dari percampuran adat Sunda Bogor dengan pinggiran Banten. Kampung adat ini diberi nama Kampung D’Jampang yang dikategorikan sebagai kampung wisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor.

Trans Bogor hadir bersama para awak media Bogor bertandang di Kampung D’Jampang dalam ”Farm Trip Journalist” bersama rombongan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Ada beberapa catatan positif dari potensi wisata yang kami rangkum.

Luas D’Jampang mencapai 25 Km yang meliputi sebagian dari wilayah-wilayah Kecamatan Kemang, Kecamatan Parung, Kecamatan Rancabungur dan Kecamatan Tajurhalang. Sekalipun mereka berbeda kecamatan, namun bisa kompak karena merasa satu garis keturunan Jawara Jampang.

Di antara penduduk Kampung Jampang -- tak sedikit yang digolongkan sebagai kaum dhuafa. Namun berkat kekompakkan di antara mereka, maka perlahan-lahan jumlah KK kaum dhuafa kian sedikit. Kekompakkan itu karena sama-sama menyadari sumber daya alam harus dijaga keasriannya. Mereka paham mata rantai ekosistem alam raya. Kekompakkan lainnya adalah mereka sama-sama melestarikan budaya hidup yang bersumber dari kearifan lokal turn-temurun dari nenek moyangnya.

Berkat kekompakkan seperti itu, maka taraf hidup warga Kampung D’Jampang jadi meningkat menuju sejahtera, karena di kawasan Kampung D’Jampang ada 50 titik objek wisata baik itu alamnya, atraksi keseniannya, olah kanuragan pencak silat yang sampai 20 perguruan, industry baju silat, kerajian membuat golok jawara dan juga beragam kerajinan tangan lainnya.

Mereka juga punya keahlian memproduksi minyak urut tradisional, ini yang selalu menjadi oleh-oleh paling dicari pengunjung. Ditambah lagi dengan mulai tersedianya sarana penginapan buat tamu serta kedai-kedai kuliner khas D’Jampang dan juga souvenir dari bahan-bahan alam di sekitarnya seperti batok kelapa.

Selain yang berbau tradisional, ternyata warga Kampung D’Jampang juga menerima modernisasi yang selama itu tidak melanggar kearifan lokal. Seperti agro wisata budi daya ikan secara modern, ternak kambing, sentra budidaya jamur dan tanaman obat.

Untuk menarik minat pengunjung yang lebih luas, maka warga Kampung D’Jampang untuk segala usia juga disarankan mengikuti kursus bahasa Inggris dengan nama wadah Jampang English Village  -- yang di antara pengajarnya adalah orang bule sebagai relawannya. Sehingga perlahan makin banyak warga Kampung D’Jampang yang bisa diajak berdialog dengan bahasa Inggris. (Edo & Zis) 

Transbogor-  Di jalur Jalan Raya Parung – Bogor Km 45 ada sebuah kampung adat Jampang sebagai warisan dari percampuran adat Sunda Bogor dengan pinggiran Banten. Kampung adat ini diberi nama Kampung D’Jampang yang dikategorikan sebagai kampung wisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor.

Trans Bogor hadir bersama para awak media Bogor bertandang di Kampung D’Jampang dalam ”Farm Trip Journalist” bersama rombongan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor. Ada beberapa catatan positif dari potensi wisata yang kami rangkum.

Luas D’Jampang mencapai 25 Km yang meliputi sebagian dari wilayah-wilayah Kecamatan Kemang, Kecamatan Parung, Kecamatan Rancabungur dan Kecamatan Tajurhalang. Sekalipun mereka berbeda kecamatan, namun bisa kompak karena merasa satu garis keturunan Jawara Jampang.

Di antara penduduk Kampung Jampang -- tak sedikit yang digolongkan sebagai kaum dhuafa. Namun berkat kekompakkan di antara mereka, maka perlahan-lahan jumlah KK kaum dhuafa kian sedikit. Kekompakkan itu karena sama-sama menyadari sumber daya alam harus dijaga keasriannya. Mereka paham mata rantai ekosistem alam raya. Kekompakkan lainnya adalah mereka sama-sama melestarikan budaya hidup yang bersumber dari kearifan lokal turn-temurun dari nenek moyangnya.

Berkat kekompakkan seperti itu, maka taraf hidup warga Kampung D’Jampang jadi meningkat menuju sejahtera, karena di kawasan Kampung D’Jampang ada 50 titik objek wisata baik itu alamnya, atraksi keseniannya, olah kanuragan pencak silat yang sampai 20 perguruan, industry baju silat, kerajian membuat golok jawara dan juga beragam kerajinan tangan lainnya.

Mereka juga punya keahlian memproduksi minyak urut tradisional, ini yang selalu menjadi oleh-oleh paling dicari pengunjung. Ditambah lagi dengan mulai tersedianya sarana penginapan buat tamu serta kedai-kedai kuliner khas D’Jampang dan juga souvenir dari bahan-bahan alam di sekitarnya seperti batok kelapa.

Selain yang berbau tradisional, ternyata warga Kampung D’Jampang juga menerima modernisasi yang selama itu tidak melanggar kearifan lokal. Seperti agro wisata budi daya ikan secara modern, ternak kambing, sentra budidaya jamur dan tanaman obat.

Untuk menarik minat pengunjung yang lebih luas, maka warga Kampung D’Jampang untuk segala usia juga disarankan mengikuti kursus bahasa Inggris dengan nama wadah Jampang English Village  -- yang di antara pengajarnya adalah orang bule sebagai relawannya. Sehingga perlahan makin banyak warga Kampung D’Jampang yang bisa diajak berdialog dengan bahasa Inggris. (Edo & Zis) 

.