Dedi Mizwar Perjuangkan Bangun Jalan Khusus Truk Tambang di Bogor

©

Trans Bogor--  Aktor kenamaan yang juga Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mizwar, suatu kali melakukan kunjungan ke Kecamatan Rumpin, Parungpanjang, dan Gunungsindur di Kabupaten Bogor, di mana dengan mata kepala sendiri menyaksikan begitu banyak kerusakan parah di jalan provinsi -- karena banyak truk ukuran besar yang mengangkut bahan galian tambang dengan beban melebihi batas kekuatan jalan. Oleh karena itu sejak tahun lalu Dedi Mizwar mengajukan usulan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus membangun jalanan khusus untuk kendaraan pengangkut galian tambang.

Sebelumnya, jalan-jalan yang rusak di tiga kecamatan tersebut dibangun dengan beton dan lapisan aspal oleh pemerintah provinsi. Namun dalam hitungan bulan saja sudah rusak lagi. Begitu pun seterusnya.

Kerusakannya sampai menimbulkan lubang hingga ada yang sampai kedalaman 40 cm. Jalannya jadi seperti amblas. Material beton jalan sampai hancur dan berubah menjadi lumpur di saat hujan, atau menjadi debu yang beterbangan.

Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, mencatat, bahwa truk angkutan tambang dari Rumpin, Parungpajang, dan Gunungsindur membawa beban melebihi batas kekuatan jalan. Rata-rata antara 45 ton sampai 50 ton. Intensitas lalu lalang truk ratusan rit per hari.

Kerugian negara akibat kerusakan jalan provinsi di tiga wilayah itu mencapai 16 kali dari biaya perawatan jalan yang dianggarkan. Anggaran pemeliharaan jalan mencapai Rp5 miliar per kilometernya

Selain itu juga sudah berkali-kali dilakukan upaya pemortalan jalan oleh dinas terkait. Namun upaya itu ditentang supir truk. Portal untuk membatasi jumlah truk yang melintas justru portal dirusak oleh para sopir truk. Kerusakan jalan kian parah membuat masyarakat yang geram melakukan berbagai aksi protes.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor, Addy Wardani, mengatakan Pemprov Jabar sedang mencari solusi. Salah satunya membangun jalan jalur khusus truk pertambangan. ”Jadi nanti truk tambang tidak lagi melewati jalan umum," tegas Eddy, baru-baru ini.

Eddy juga mengatakan, Pemkab Bogor melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sedang melakukan feasibility study atau uji kelayakan. "Dari hasil uji kelayakan nanti ditentukan mana jalur yang akan dijadikan jalan tambang sehingga tidak mengganggu jalan umum. Hanya saja proses pembangunannya butuh waktu lama karena harus membebaskan lahan milik penduduk.”

Sedangkan penanganan jalanan rusak di jalan provinsi di Kecamatan Rumpin, Parungpanjang, dan Gunungsindur  -- dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Namun pemerintah Kabupaten Bogor harus mentuntaskan lebih dulu proses lelang kepada kontraktor pelaksana tugas. (Edo)

.