Rekayasa Lalin ”One Way” di Puncak Diprotes karena Waktunya Berubah-ubah

©net

Trans Bogor--   Kebijakan peraturan rekayasa sistem lalu lintas satu arah atau one way yang diterapkan di Puncak, Kabupaten Bogor, sejak tahun 1986, akhirnya diprotes warga Puncak terutama warga Megamendung-Cisarua yang seringkali dibuat kesal -- karena serba salah dalam memutuskan untuk berpergian ke luar rumah. Pasalnya, tidak ada pengumuman dari polisi lalu lintas soal jam waktu yang pasti dan teratur di setiapkali melakukan system “One Way” di Puncak.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yanwar alias Amy juga menjadi pendukung dari protes warga Mengamendung terhadap peraturan “One Way”.

”Saat ini, pemberlakuan system satu arah di jalur Puncak sudah tidak konsisten. Pasalnya Satlantas Polres Bogor memberlakukan One Way yang tidak memiliki waktu yang pasti. Akibatnya, aktivitas warga jadi terganggu untuk menentukan kapan harus berpergian melalui Jalan Raya Puncak,” papar Amy, sewaktu bersilaturahmi Lebaran Idul Fitri dengan warga Megamendung-Cisarua di Masjid Haratul Jannah, Megamendung, belum lama ini.

Amy mengingatkan kepada Polres Bogor, bahwa warga Megamendung sudah marah pada ini masalah. Kalau pun masih ingin diterapkan sistem satu arah di Puncak, maka Satlantas Polres Bogor harus komitmen kepada warga dengan ketetapan yang tidak berubah-ubah jam waktu One Way diberlakukan.  Supaya penduduk setempat tahu kapan waktunya untuk berpergian ke arah Bogor maupun kea rah Puncak-Cipanas. (Edo) 

.