Warga Mekarsari Rumpin Marah Besar dengan Galian Tanah Merah

©net

Trans Bogor--   Warga Kampung Panagan RT 01 RW 11, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, kini resah bercampur marah -- terhadap aktivitas rutin penggalian tanah merah -- yang oleh warga diprotes karena diduga ilegal atau tak mengantungi izin.

Penggalian tanah merah tentunya merusak lingkungan. Sejak ada pengerukan tanah merah, jalanan menjadi kotor karena banyak tanah berceceran terbawa truk pengangkut.

”Jalan lingkungan kami ini kan sempit, sementara tiap hari bisa puluhan truk hilir mudik mengangkut tanah merah. Selain mengganggu, tanah yang tercecer membuat jalanan berdebu ketika hari panas dan licin berlumpur ketika hujan, sehingga rawan kecelakaan,” protes seorang warga yang mewakili penduduk setempat.

Galian tanah merah sudah berjalan tepat satu bulan lalu -- sejak berita ini diturunkan. Ironisnya, warga juga belum tahu apakah perusahaan yang melakukan galian itu sudah mengantungi izin atau belum. Sehingga pwnduduk setempat hanya bisa menyampaikan protes ke petugas kecamatan Rumpin saja.

Namun reputasi Kecamatan Rumpin yang perlu dipertanyakan oleh DPRD Kabupaten Bogor. Karena Rumpin dikenal sejak lama sebagai wilayah galian tambang kategori C. Akibat begitu banyaknya lokasi galian tanah merah, maka terlalu ramai dengan hilir mudik truk pengangkut tanah galian. Sehingga kondisi jalan di wilayah kecamatan menjadi cepat sekali rusaknya setiapkali usai diperbaiki. Tidak tahan lama jalanan itu karena sering dilintasi truk yang melebihi tonase.

Warga mendesak aparat kecamatan segera mengambil tindakan tegas menutup galian tanah merah tersebut. Jika dibiarkan bisa-bisa tanah yang dikeruk tidak akan direklamasi dan ditinggal begitu saja. ”Mereka yang untung, tapi kami yang terkena dampak kerugian lingkungannya,” hardik seorang warga itu lagi yang tak mau identitasnya ditulis. (Edo) 

.