Wisata Tamansari Butuh Sentuhan Kreator untuk Menandingi Puncak

©net

Trans Bogor--   Wisata Tamansari di Kecamatan Tamansari, Bogor Barat, memiliki beberapa lokasi wisata di antaranya Kampung Budaya Sindang Barang, bumi perkemahan Sukamantri, juga ada Pura Pahariangan Agung Jagatkarta, Curug Nangka, kemudian juga ada pemandian air panas dari sumber mata air belerang dari Kawah Ratu Gunung Salak. Sehingga Tamansari bisa menjadi andalan wisata alam baru bagi Kabupaten Bogor, bilamana kawasan wisata Megamendung dan Cisarua Puncak sering terpantau mengalami kemacetan panjang, maka Tamansari lah yang menjadi pilihan.

Keyakinan itu disampaikan Sekretaris Camat Tamansari, Ridwan, saat ditemui Trans Bogor di ruang kerjanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Drs. Rahmat Surjana, M.Si, saat ditemui Trans Bogor di Cibinong, baru-baru ini. Rahmat berharap ada banyak pihak swasta yang jeli mengambil potensi pengembangan wisata alam Tamansari. Pengembangannya itu dengan memberikan polesan fisik sebagai aksentuasi seni rupa dan juga sentuhan-sentuhan humanist seperti menggelar agenda even tahunan. Namun semuanya itu tetap dalam koordinasi kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor maupun Pusat.

Sehubungan konsep Tamansari ke depannya, maka Ridwan mewakili pihak Kecamatan Tamansari menyampaikan, untuk mendukung Tamansari dipoles dengan kreasi seni rupa dan beragam even unik menarik -- yang berarti akan bisa menyedot wisatawan jauh lebih banyak, bahkan bisa terjadi ledakan jumlah pengunjung seperti di Puncak -- apalagi nanti setelah resmi Tamansari menjadi Desa Wisata.

Maka Ridwan jauh-jauh hari bersama Pak Camat Tamansari sudah menyiapkan rencana besar untuk digodok di Kabupaten Bogor, yaitu tentang akses jalan menuju dan keluar Tamansari yang harus diperlebar serta membentuk tim khusus untuk bisa bergerak cepat memperbaiki titik-titik kerusakan jalan.

”Selama ini, wisatawan yang hendak berkunjung ke beberapa lokasi wisata di Bogor Barat adalah kebanyakan melalui akses Jalan Dramaga, Kota Bogor. Padahal jalur tercepat menuju lokasi wisata Bogor Barat adalah lewat Jalan Kapten Yusuf. Namun sayangnya Jalan Kapten Yusuf berbadan jalan kurang lebar, sehingga pas-pasan untuk dilalui dua jalur mobil pribadi namun menjadi tidak cukup kalau dilalui bus pariwisata. Nah itu lah masalahnya. Harus infrastruktur terlebih dulu yang disiapkan lebih baik, sebelum bisa mengundang sebanyak-banyaknya pengunjung,” jelas Ridwan.

Jika sudah ada pelebaran jalan, maka secara simultan pun akan terjadi perbaikan taraf perekonomian rata-rata penduduk yang berada di lintasan jalan masuk Tamansari. Selain itu juga diperlukan pembangunan jalan-jalan alternatif atau istilahnya ”jalan tikus” untuk mengurai kemacetan -- bila itu terjadi seperti di jalur Puncak. (Edo & Azis)  

.