Relawan : Pejuang Palestina Ajari Israel Cara Perang yang Benar

   Sejumlah siswa melakukan teatrikal saat aksi 'Save Palestine', di SMA Muhammadiyah Surabaya. Aksi yang diikuti puluhan siswa tersebut, merupakan aksi keprihatinan terhadap serangan bombardir Israel di Jalur Gaza yang menewaskan 43 warga sipil. foto:Dok

Jakarta, Trans Bogor - Seorang relawan Indonesia menyatakan para pejuang Palestina di Gaza menyatakan siap mengajari Israel tentang cara berperang yang benar dan baik.

"Jangan hanya berani membantai wanita dan anak-anak," kata Brigade Izzudien Al Qassam, seperti dikutip Abdillah Onim, relawan Indonesia yang telah menetap di Gaza, Palestina, saat menghubungi Antara di Jakarta, Senin (4/8).

Ia mengatakan bahwa pernyataan Brigade Izzudien Al Qassam --salah satu dari beberapa kelompok pejuang Palestina-- disampaikan menanggapi pernyataan PM Israel Benyamin Netanyahu dalam konferensi pers yang menegaskan bahwa perang ke Gaza akan lebih lama.

Netanyahu juga menyatakan militer Israel akan memperluaskan wilayah serangan mereka dan menambah kekuatan untuk melumpuhkan wilayah Gaza.

Atas pernyataan tersebut pejuang Palestina di Gaza menyatakan siap. "Kami sudah menunggu, berhadapan, dan sudah siap berperang dengan kalian wahai Yahudi zionis pengecut," kata Brigade Al Qassam.

"Kalian hanya berani membantai wanita dan anak-anak, jika kalian memiliki kekuatan maka hadapilah kami Brigade Izzudien Al Qassam untuk perang darat," tambahnya.

Onim juga mengutip media di Gaza yang menyampaikan laporan dalam rapat tertutup kabinet Israel bahwa mereka saling menyalahkan kenapa tidak mengetahui kekuatan brigade Al Qassam.

Israel juga menyalahkan pihak intelijen Israel yang kerjanya tidak becus, karena mereka tidak mengetahui roket-roket produk lokal yang dapat melululantakkan Ibu Kota Israel Tel Aviv sehingga roket buatan lokal di Gaza menghancurkan reaktor nuklir Israel, Daimona.

Selain Brigade Izzuddin Al Qossam, menurut Onim, di Gaza saat ini ada beberapa pejuang lainnya, yakni Syuhada Alaqsa, Soraya Alquds, Alwiyah Annaser Salahuddin, Brigade Abu Ali Mustafa, dan Brigade Mujahidin.

"Mereka adalah pejuang-pejuang Palestina yang bersatu melawan musuh besar yang sama, yaitu Israel, apalagi mereka (Israel) menghancurkan masjid-masjid saat ada jamaah yang shalat di dalamnya.

Kenapa warga Gaza yang sedang Shalat Idul Fitri tiba-tiba dibom oleh Israel?," katanya menegaskan.

Onim juga mengutip media-media lokal yang melaporkan bahwa saat ini ada 2.000 prajurit Amerika Serikat yang sudah diterjunkan ke Israel untuk membantu militer Israel menyerang Gaza, bahkan pejuang Palestina di Gaza telah berhasil membunuh seorang militer AS.

(adh/ant)

.