Mayor (ARM) Agung Widodo Nahkodai Armed 10/Brajamusti Ciluar

©transbogor
SALAM KOMANDO: Letkol (ARM) Suhono (kiri), Mayor (ARM), Agung Widodo (kanan) dan Komandan Resimen Armed 2 Kostrad, Letkol (ARM) Joko Tri Purnomo (tengah) berjabat tangan seusai sertijab Danyon Armed 10/2/1 Kostrad-Ciluar, di Ds. Cimandala, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor, Senin (22/8/2016). Letkol (ARM) Suhono kini menjabat sebagai Dandim) 0208/Asahan Korem 022/PT Kodam I/BB Sumatera Utara.

Transbogor.co- Komandan Batalyon (Danyon) Artileri Medan (Armed) 10/2/1 Brajamusti Kostrad-Ciluar, Senin (22/8/2016), resmi beralih pimpinan, melalui serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Markas Batalyon Armed 10/2/1 Kostrad, di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Letkol (ARM) Suhono, kini menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0208/Asahan Korem 022/Pantai Timur Kodam I/BB Sumatera Utara. Sedangkan penggantinya, Mayor (ARM), Agung Widodo sebelumnya menjabat sebagai Danyon Taruna Madya (Danyontar) Madya Resimen Taruna Akmil.

Komandan Resimen Armed 2 Kostrad, Letkol (ARM) Joko Tri Purnomo menyampaikan, sertijab ini dimaksudkan dalam rangka pembinaan personel di lingkungan TNI-AD. Dengan harapan, organisasi akan selalu dinamis dan selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas ke depan yang dibebankan kepada satuan.

“Di samping itu pula dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran dan pengalaman dalam penugasan sebagai bekal dalam penugasan-penugasan yang akan dating,” jelas Joko Tri Purnomo kepada wartawan, Senin (22/8/2016).

Mencermati perkembangan yang terjadi dewasa ini dapat dirasakan, bahwa tuntutan dan tantangan tugas satuan-satuan TNI-AD ke depan akan semakin kompleks.

Fenomena ini, antara lain, didukung fakta bahwa pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan teknologi telah mendorong timbulnya revolusi dalam bidang militer, yaitu perubahan pada tataran penggunaan teknologi persenjataan, perubahan organisasi, doktrin, taktik dan strategi yang berdampak luas terhadap bentuk peperangan baru.

“Terutama munculnya medan dan metoda pertempuran yang semakin berkembang,” kata Joko Tri Purnomo.

Ia menjelaskan, sejauh ini pemerintah telah berupaya membangun kekuatan pertahanan melalui kebijakannya dengan melakukan modernisasi alutsista sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan dukungan anggaran.

Salah satu di antaranya, kebijakan pemerintah dalam hal modernisasi alutsista tersebut, adalah adanya perubahan alutsista, atau persenjataan Yon Armed 10 Kostrad, di mana yang tadinya menggunakan alutsista, atau persenjataan meriam 105 mm tarik dengan jarak capai sekitar 12 kilometer.

Dan kini, telah diganti dengan alutsista baru, berupa Meriam Roket Astros yang memiliki teknologi yang cukup canggih dan modern dengan jarak capai maksimal 112  kilo meter bahkan bila diupgrade bisa mencapai 300 kilometer.

Hal ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas, terutama yang berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan prajurit dalam mengoperasionalkan sistem senjata baru yang dimaksud, sehingga peran Dansat dalam hal ini akan sangat menentukan dalam menyiapkan satuan dan prajurit yang profesional dan mumpuni, sehingga dapat segera operasional.

“Selain daripada itu saya juga sangat sangat mengharapkan kesungguhan prajurit Yon Armed 10 Kostrad untuk sesegera mungkin belajar dan berlatih, serta menyesuaikan diri dengan alutsista dan persenjataan baru yang sekarang dimiliki, sehingga kapanpun Batalyon ini ditugaskan dapat melaksanakannya dengan optimal,” ulasnya.(Sas)

.