Ribuan Siswa dan Anggota Pramuka Meriahkan Pembukaan HUT Pramuka ke-55

©

Transbogor.co- Suara alat musik bambu khas Sunda itu dengan apik dimainkan oleh 2000 siswa Sekolah Dasar (SD) yang melantunkan irama lagu Melati Suci pada pembukaan HUT Pramuka ke-55, Selasa (23/08/2016) di GOR Pajajaran. Kekompakan para siswa dari 60 sekolah se-Kota Bogor tersebut sangat terasa sekalipun latihan bersama hanya dilakukan satu kali. Panas matahari pagi yang menyoroti tubuh mereka pun hampir tidak dipedulikan. Sebaliknya, senyum ceria tergores di wajah-wajah mereka saat tepuk tangan terdengar setelah lagu selesai ditampilkan.

Kehadiran para siswa SMP Negeri 15 yang sudah bersiap di tengah lapangan untuk beratraksi pencak silat menjadi pertunjukan kedua di HUT Pramuka ke-55. Puluhan anggota pramuka penggalang juga kompak menampilkan gerakan yang elegan dari seni bela diri khas Indonesia itu. Pertunjukan ketiga dilanjut dengan atraksi parade kolone tongkat dan semapur yang langsung disambung dengan parade kolone senjata. Belasan anggota pramuka yang membawa senjata laras panjang dan membentuk formasi menarik, mengundang decak kagum para undangan yang hadir. Tak lama, empat pramuka anggota pramuka dari Saka Wira Kartika masuk ke lapangan unjuk kebolehan bongkar pasang senjata dengan cekatan.

Sebagai penutup atraksi, ditampilkan wayang hihid dari kontingen Jambore Nasional (Jamnas) yang juga dipertunjukan dihadapan Presiden saat pembukaan Jamnas beberapa waktu lalu. Dalam atraksi ini terdapat lima orang berkostum kipas hihid, empat orang berkostum boboko, delapan orang menggunakan atribut bergambar ikan di kepala. Enam orang lainnya membawa dua buah benda berbentuk ular panjang dan beraksi mengikuti musik gamelan yang dimainkan beberapa orang di belakang pengunjung.

Seluruh atraksi pun usai, upacara peringatan HUT Pramuka langsung dilakukan. Namun tanpa diduga, tiga kuda terlihat memasuki lapangan dengan kencang. Ketiga kuda tersebut ditunggangi pemimpin upacara HUT Pramuka Erik Irawan Suganda bersama dua anggota pramuka lainnya yang mengibarkan bendera. Pemimpin Upacara pun turun dari kuda tepat di tengah lapangan dan segera memberi laporan.

Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor Bima Arya mengaku baru pertama kali melihat pemimpin upacara masuk lapangan dengan menunggang kuda. Simbol kuda ini menurut Bima sangat cocok dengan kegiatan pramuka yang aktif berpetualang, mencintai alam, dan dinamis. Tak hanya itu, filosofi kuda lainnya yakni sebagai pengendali sejalan dengan gerakan pramuka yang harus bisa mengendalikan diri ditengah-tengah godaan era teknologi. “Pramuka harus bisa mengendalikan diri menjadi penerus bangsa yang berkarakter,” tegas Bima.

Ketua Kwarcab Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, peringatan HUT Pramuka ke-55 ini harus bisa memotivasi semangat mencapai keberhasilan dalam upaya pembentukan karakter calon pemimpin bangsa yang lebih baik. Peserta pramuka saat ini akan menjadi pemimpin Indonesia yang berkepribadian baik, berkarakter, andal dalam berpikir dan bertidak, serta memiliki jiwa bela negara. “Harapan besar itu ada dalam gerakan pramuka yang kemudian diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010,” ujar Ade.

.