Kabid KPA: Anak Merupakan Investasi Masa Depan

©transbogor
LOMBA CERDAS-CERMAT- Peserta Jumbara Forum Anak Kab. Bogor sedang bertanding dalam lomba cerdas-cermat yang diselenggarakan BPPKB Kab. Bogor, di Grand Mutiara Hotel, Jl. Raya Puncak, Km. 27, Gg R. Mustahar, Ds. Cipayung, Kec. Megamendung, Rabu (24/8/2016). Kegiatan hari terakhir itu diikuti hampir 275 peserta terdiri dari beberapa sekolah SMP-SMA di se-Kab. Bogor.

Transbogor.co- Guna meningkatkan kualitas, mengembangkan kapasitas, keterampilan, dan sikap positif seorang anak. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, menggelar Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) Forum Anak Kab. Bogor, di Grand Mutiara Hotel, Kecamatan Megamendung.

Dalam Jumbara yang digelar sejak Selasa (23/8/2016) dan berakhir Rabu (24/8/2016) itu diikuti hampir 275 peserta yang terdiri dari beberapa sekolah SMP-SMA di Kab. Bogor.

Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KPA) BPPKB Kab. Bogor, Lundris Albert mengatakan, bahwa anak merupakan potensi yang sangat penting, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang menjadi pilar utama pembangunan nasional.

Selain itu, anak merupakan investasi masa depan, sehingga perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kapasitas, keterampilan dan sikap positif mereka.

“Melalui kegiatan Jumbara ini, kami ingin anak-anak yang menjadi peserta bisa mengekspresikan diri sesuai dengan bakat dan kemampuan, selain itu juga mampu meningkatkan silaturahmi di antara para peserta, pembina dan pengelola program kesejahteraan anak. Kami juga ingin para peserta mampu meningkatkan motivasi untuk berkreasi dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” ujar Lundris.

Di Hadapan para peserta, Lundris juga menjelaskan, bahwa partispasi anak dalam pembangunan daerah menjadi suatu keharusan. Ia mencontohkan, bahwa di Kab. Bogor kasus kekerasan terhadap anak masih cukup tinggi dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Pelaku-pelaku dalam kasus-kasus tersebut tidak hanya orang dewasa, melainkan banyak juga pelaku yang masih anak-anak. Sehingga, pergaulan antar teman juga tak luput dari ancaman terjadinya kekerasan.

Bukan hanya di lingkungan luar sekolah, bahkan di dalam lingkungan sekolah pun kekerasan terhadap anak sering pula terjadi. Belum lagi tawuran pelajar dan trek-trekan motor yang setiap hari terjadi di sekitar kita.

“Berdasarkan alasan tersebut partisipasi anak dalam pembangunan menjadi suatu keharusan. Disamping itu potensi dan kreativitas anak harus dikembangkan, karena pembangunan dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bermanfaat bagi kemaslahatan dan kebaikan umat manusia, termasuk anak,” tambah Lundris.

Dalam kegiatan itu, BPPKB Kab. Bogor juga menggelar lomba pidato, lomba olah vokal, lomba poster, lomba tarian dan lomba cerdas-cermat bagi para peserta.(Sas)

.