Lagi, Jurnalis Bogor Diintimidasi Saat Liputan

©ilustrasi

Transbogor.co- Berniat mengabadikan gambar seorang warga yang tengah kesurupan saat menyaksikan panggung kemerdekaan, wartawan Bogor, Asep diintimidasi oleh beberapa panitia HUT ke-71 RI, Sabtu (27/8/2016) malam.

Panggung hiburan kemerdekaan RI ke-71 yang berlangsung, di Kampung Jembatan Dua, RW 07, Kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor tersebut sempat terhenti, lantaran seorang warga berinisial J, mengalami kesurupan roh halus.

Saat itu, naluri Asep sebagai jurnalis secara spontan hendak membidikkan kamera ke arah kejadian, namun tiba-tiba beberapa panitia sontak memarahi Asep. “Jangan di foto, nanti malu. Ini kampung kami, mengerti tidak!,” ucap Asep, menirukan suara seorang panitia acara yang menghardik.

Tidak hanya dicaci maki, Asep pun mendapat perlakuan kasar dari salah satu panitia yang menarik baju. Mendapat perlakuan itu, Asep merasa dihalang-halangi saat melaksanakan tugas jurnalis. “Saya tidak terima dan akan menempuh jalur hukum. Sebab, tugas jurnalis dilindungi Undang-undang Nomor. 40 tahun 1999,” katanya.

Saat dihubungi, Minggu (28/8/2016), Kapolsek Citeureup, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ahmad Faisal Pasaribu, meminta kepada Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) setempat, untuk menempuh langkah penyelesaian secara kekeluargaan. “Namun, jika tidak ada titik temu, silahkan proses sesuai hukum,” singkatnya.(*)

.