Kejadian Dua Warga Bogor Tertahan di Filipina Jangan Terulang Lagi, Kemenag Harus Tingkatkan Pengawasan Agen Haji

©transbogor
ADE MUNAWAROH YASIN

Transbogor.co- Tertahannya dua calon jamaah haji (Calhaj), Anto dan Evi, warga Kabupaten Bogor, di Filipina, karena administrasi keimigrasian mengundang perhatian khusus dari Wakil Ketua DPRD Kab. Bogor, Ade Munawaroh Yasin.

Srikandi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, bahkan dengan tegas meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Bogor dapat menggencarkan pengawasan pada pemyelengaraan haji atau umroh di Kab. Bogor.

AMY, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD ini menyebut, kedua orang Calhaj asal Kab. Bogor yang ditahan pemerintah Filipina, akibat korban adanya agen haji/umroh ilegal.

“Kita meminta kepada Kemenag Kab. Bogor agar melakukan pengawasan penuh terhadap adanya agen-agen penyelenggara haji/umroh. Karena, kita tak mau lagi warga Kab. Bogor yang akan berangkat ibadah haji menjadi masalah,” kata AMY, Selasa (30/8/2016).

Politisi partai berlambang kabah ini, dengan tegas meminta Kemenag Kab. Bogor harus menggencarkan kembali dalam pengawasan. Sebab, pelayanan harus lebih ditingkatkan kembali, agar masyarakat dapat terlayani dengan baik.

“Seharusnya gencarkan koordinasi dan tingkatkan pelayanan. Kalau perlu turun ke tingkat kecamatan yang ada di Kab. Bogor. Karena, Kab. Bogor ini, selain jaraknya jauh, fasilitas pelayanan harus terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Lanjut AMY, DPRD Kab. Bogor mendapat informasi tentang beberapa modus yang dilakukan penyedia layanan haji khusus. Salah satu adalah, menempatkan para jamaah yang tak sesuai.

“Selain melakukan pembinaan, melayani, dan melindungi jamaah haji reguler, Kemenag juga harus memperhatikan penyelenggaraan haji. Saya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih biro perjalanan yang akan menguruskan perjalanan ibadah haji. Biaya yang murah tidak selamanya mendapatkan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati, Hj. Nurhayanti menegaskan, Pemkab Bogor menjanjikan bakal membantu Calhaj asal Kab. Bogor yang ditahan pemerintah Filipina agar bisa pulang ke tanah air.

“Pemerintah segera mengupayakan pemulangan dua warga Kab. Bogor yang menjadi korban haji ilegal dan ditahan pemerintah Filipinan. Kita sudah membentuk tim khusus untuk segera membawa korban pasangan suami istri tersebut,” kata Nurhayanti usai melakukan koordinasi bersama Muspida, di Pendopo, Cibinong, Senin (29/8/2016).

Bupati mengaku kecolongan atas ditahannya dua warga Kecamatan Parung Panjang, Kab. Bogor yang menjadi korban haji ilegal.

“Dari hasil pemeriksaan kita, pasutri atas nama Anto dan Evi sebelumnya memilik paspor Indonesia, namun saat berada di Filipina paspor keduanya diambil oleh agen perjalanan haji yang memberangkatkannya. Mereka sudah berangkat pada 17 Agustus lalu dan sekian bulan sebelumnya mereka juga berangkat ke Filipina untuk pembuatan paspor,” jelasnya.

Nurhayanti pun ingin memastikan kembali, apakah masyarakatnya aman atau tidak di Filipina. “Karena saya juga tidak bisa mengintevensi, namun sebagai kepala daerah saya harus mengetahui keberadaan mereka, supaya dapat kembali ke kampung halamannya,” inginnya. [Sas]

.