Toko “Kelontong’ di Nanggewer Tidak Sesuai Peruntukan, Hanya Punya Izin Ruko

©doc

Transbogor.co- Tudingan soal dugaan belum berizinnya bangunan minimarket atau “toko kelontong” di Jalan Roda Pembangunan-Nanggewer, Desa Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, tidak terbukti.

Bangunan waralaba itu diklaim Unit Pelaksana Teknis Tata Bangunan dan Pemukiman (UPT-TBP) Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) Wilayah Cibinong sudah memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

 

Hal tersebut ditegaskan pengawas bangunan Wilayah Cibinong, Rizky Akbar, Sabu (3/9/2016). “IMB untuk bangunan itu sudah ada, karena baru-baru ini pihak dari UPT-TBP Wilayah Cibinong sudah mengecek perizinannya,” kata Rizky.

Rizky juga menjelaskan, dalam pengecekan itu pemiliknya sudah memperlihatkan surat IMB untuk bangunan tersebut. Hanya saja, izin yang diperlihatkan itu IMB untuk rumah toko (Ruko), bukan minimarket atau toko kelontong.

Itu sebabnya, sekarang ini saya sedang melakukan pengecekan ulang perizinan yang telah dipegang pemiliknya. “Saya akan cek kembali izinnya, karena sepengetahuan saya, saya tidak pernah mengecek lokasi yang akan dibangun minimarket tersebut. Namun izinnya sudah ada,” terangnya.

Sebelumnya, Rizky pernah memastikan, jika bangunan usaha milik salah satu vendor minimarket ternama itu belum mengantungi IMB. “Sejauh ini, kita belum pernah melihat, berkas IMB untuk pendirian bangunan minimarket yang berada di Jl. Roda Pembangunan-Nanggewer itu,” ujar Rizky kala itu.

Ia menjelaskan, untuk bangunan minimarket tersebut, UPT-TBP sudah melayangkan surat teguran kepada pemilik sebanyak dua kali. Akan tetapi pemilik tidak kunjung hadir untuk memperlihatkan berkas IMB. Tapi, pemilik tidak kunjung hadir untuk memperlihatkan berkas IMB.

“Tindak lanjutnya kita serahkan langsung kepada DTBP Kab. Bogor. Tapi, sejak dilimpahkannya ke pusat (DTBP- red), saya belum mengetahui kelanjutannya seperti apa,” terangnya seraya menambahkan UPT hanya sebatas melakukan fungsi pengawasan terhadap bangunan yang belum berizin.

“Kita sudah bekerja sesuai dengan tupoksi (tugas pokoko dan fungsi). Soal penanganan selanjutnya, dinas yang berwenang yang berkompeten,” tandasnya.

 

Reporter : Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.