Polres Bogor Intensifkan Patroli dan Razia, Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan

©net

Transbogor.co- Menyusul kembali maraknya pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bogor melakukan langkah antisipatif dan pencegahan, terutama dengan mengintensifkan patroli dan razia. Langkah ini guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan.

“Upaya preventif terhadap kejahatan Curanmor maupun aksi begal lainnya sudah kita mulai sejak kemarin (Minggu- red) dengan melakukan patroli gabungan di wilayah Kab. Bogor,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky kepada wartawan, Minggu (4/9/2016).

Dicky mengatakan, patroli akan terus diprioritaskan di beberapa lokasi di Kab. Bogor yang terindikasi berpotensi tempat terjadi aksi tindak pidana curamor, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberat (curat) maupun begal.

“Kita akan terus menggelar razia dan patroli di Kab. Bogor, sekaligus untuk mempersempit aksi curanmor dan pembegalan di wilayah hukumnya,” ungkap mantan Kapolres Karawang, Polda Jabar ini.

Menurut Dicky, tugasnya bakal terus meningkatkan razia secara intensif demi meningkatkan pelayanan pengendara dan masyarakat di Kab. Bogor. “Sasaran utama kita tidak hanya mempersempit aksi curanmor dan begal, tetapi menekan tindak kejahatan, seperti curas dan curat,” tegasnya.

Sebelumnya, siapa sangka, jika di Kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab) Bogor,  di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, rawan maling. Lokasi yang banyak dijaga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dilengkapi dengan alat keamanan canggih, CCTV itu ternyata bukan tempat yang aman.

Terbukti, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi F 2360 IV, warna hitam milik Khaerul Umam, sang kuli tinta raib digondol maling, pada Jumat (2/9/2016) siang, sekitar pukul 11:00 WIB. Sejumlah praduga pun bermunculan ke permukaan. Salah satunya soal adanya kemungkinan ‘kerjasama’ dengan petugas keamanan setempat.

“Tidak mungkin hilang begitu saja, kalau tidak ada ‘bantuan’ orang dalam. Di lokasi itu, meski banyak yang hilir mudik, tapi kecil kemungkinan hilang, karena dijaga dan ada CCTV juga,” kata seorang rekan wartawan Publik Bogor.com, Dede Firdaus di lokasi kejadian.

Sementara, korban Khaerul Umam menuturkan, sesaat sebelum kejadian, dirinya memang ditugaskan untuk meliput rapat pembahasan pasca penertiban pedagang kaki lima (PKL) Puncak di Ruang Rapat Bupati.

“Saya bersama Reza dan Dede saat itu. Saya parkir di depan kantor bupati, sebelahan dengan motor dua teman saya. Tapi, begitu selesai, yakni pukul 11:30 WIB, motor saya hilang, sedang dua motor teman saya masih ada. Saat itu letak motor saya berada di paling kanan,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, korban  langsung melapor ke Polsek Cibinong untuk menindaklanjuti kasus ini. “Saya harap penjagaan di kantor bupati bisa lebih diperketat lagi, karena ini juga merupakan rumah warga,” ujarnya seraya menyebut akibat kejadian ini dia merugi belasan juta rupiah.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.