PKL di Perum Griya Bukit Jaya Gunung Putri Kembali Menjamur

©net

Transbogor.co- Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kembali menjamur. Padahal, belum lama ini ditertibkan secara besar-besaran oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pemenuhan kebutuhan ekonomi menjadi alasan para pedagang untuk kembali membuka usahanya. Namun, di balik itu, beredar informasi jika para pedagang membayar uang sekitar Rp2 juta kepada oknum tertentu supaya pedagang bebas kembali beroperasi.

“Kami butuh uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Kami tidak memiliki usaha lain, selain berdagang di sini (kaki lima- red). Itu sebab, kami kembali membuka usaha pasca penertiban beberapa pekan lalu. Kami juga tidak gratis berdagang di sini,” kata Fitri (bukan nama sebenarnya) salah seorang pedagang, Minggu (4/9/2016).

Kata dia, selain adanya kutipan rutin setiap hari sebesar Rp5 ribu yang diperuntukkan membayar kebersihan dan keamanan, di awal kembali beroperasi, pedagang juga membayar sekitar Rp2 jutaan. “Kita sih bayar saja karena tidak ada pilihan lain untuk mencari nafkah,” ucapnya lirih.

Ketua Paguyuban PKL Griya Bukit Jaya, Usman Jabir yang dimintai tanggapan seputar hal itu menyatakan, jika kini para pedagang kembali berdagang itu dikarenakan terdesak kebutuhan hidup.

Persoalan diizinkan tidaknya, sebelumnya sudah sepakat untuk mencari solusi. Namun, hingga kini belum ada solusinya. Sehingga, terpaksa pedagang berjualan di tempat itu kembali.

Ketika dikonfirmasi tentang pedagang harus membayar lapak sampai jutaan, Usman Jabir membantah, bahwa tidak ada lapak yang diperjualbelikan. “Jika setiap pedagang diminta 5 ribu setiap hari, itu benar. Peruntukannya, untuk bayar sampah dan gaji Satpam yang jaga setiap hari 3 orang,” tegasnya.

Kepala Unit (Kanit) Pol PP Kec. Gunung Putri, Nuraida menyatakan, kembali maraknya PKL sudah dibicarakan dalam acara minggon di Desa Tlajung Udik beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Nuraida meminta bantuan warga untuk memagar lokasi tempat berdagang PKL dan ditanami tanaman supaya tidak ada tempat untuk pedagang untuk berdagang. “Kami juga minta Satpol PP Kab. Bogor supaya membantu pihaknya karena personilnya sangat terbatas,” imbuhnya.

Sebelumnya, ratusan petugas gabungan yang terdiri Satpol PP, Polri, TNI, Dinas Bina Marga dan Pengairan Kab. Bogor melakukan pembongkaran lapak PKL menggunakan alat berat yang berlokasi, di Jalan Utama, Blok A dan E.

Ia berharap, pasca pembongkaran lapak, fungsi jalan dan taman dapat kembali berfungsi sesuai peruntukannya. Setiap hari, pihaknya juga akan menempatkan petugas pasca penertiban untuk mengawasi para PKL agar tidak melakukan aktivitas kembali berjualan.

 

Reporter : Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.