Andalkan Kekayaan Rempah dan Herbal, Trop BRC Lebarkan Sayap Hingga Internasional

©

Transbogor.co- Melimpahnya kekayaan rempah-rempah dan tumbuhan obat-obatan yang dimiliki Indonesia membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang kaya dengan jamu. Puluhan obat herbal untuk berbagai penyakit hingga obat kecantikan wajah pun dihasilkan oleh Pusat Studi Biofarmaka atau yang sekarang berganti nama menjadi Pusat Studi Biofarmaka Tropika atau Tropical Biopharmaca Research Center (Trop BRC).

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropical Irmanida Batubara mengatakan, penggantian nama ini karena cakupan penelitian lebih luas dengan memfokuskan diri pada penelitian tumbuhan daerah tropis baik di Indonesia maupun luar negeri. Trop BRC yang kini sudah berstandar Internasional ini terus berupaya meningkatkan standarisasi produksi dan kualitas Biofarmaka. Pengembangan Biofarmaka dilakukan mulai dari cara menanam tumbuhan (bahan baku), memanen, hingga mengubahnya menjadi produk jamu yang pada setiap prosesnya menggunakan teknologi. "Kami harus menjamin produk yang diterima masyarakat berkualitas dan berkhasiat," ujar Irma di acara launching Trop BRC Senin (5/9/2016) di IPB International Convention Center (ICC).

Irma menuturkan, sejak berdiri 1998, Trop BRC sudah banyak menghasilkan obat yang kemudian dipasarkan melalui badan industri obat. Obat yang dihasilkan pun tidak kalah dengan produk dari luar negeri karena benar-benar memakai tumbuhan-tumbuhan. Tak hanya itu, temulawak yang hampir selalu ada di semua jamu diakui lebih bagus khasiatnya dibanding ginseng Korea oleh peneliti dari Korea. "Maka sudah seharusnya orang Indonesia lebih mencintai dan membeli produk asli Indonesia," terang Irma.

Ketua Umum GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, dalam roop map pengembangan jamu Indonesia sudah tertulis dengan jelas visi untuk menjamin kualitas hidup dunia dengan jamu. Hal ini sejalan dengan tujuan pengembangan jamu Indonesia yang aman dan bermutu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tak ayal ia sangat mendukung, bangga sekaligus terbantu dengan adanya Trop BRC ini. "Trop BRC sudah melakukan penelitian dan menghasilkan prodak yang harus dilakukan tinggal mempromosikan dan menjualnya ke masyarakat," pungkasnya

.