Bertahun-tahun Rusak, Jalan di Daerah Ini Tak Kunjung Diperbaiki

©
BERHATI HATI- Para Pengendara sepeda motor terpaksa berhati-hati ketika melintasi jalan ini, karena takut terjerembab ke lubang yang digenangi air.

Transbogor.co- Infrastruktur jalan penghubung antara Kecamatan Cileungsi, bahkan kabupaten/kota lain, yakni Bekasi, Jawa Barat, kondisinya sungguh memiriskan. Seperti Jalan Ciangsana, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Jalan penghubung Kab. Bogor dengan wilayah Bekasi tersebut sudah bertahun-tahun rusak hingga kini, tidak kunjung mendapatkan perbaikan. Padahal, jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat dan setiap harinya padat arus lalu-lintas.

Tak ayal, karena ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terhadap kerusakan sarana infrastruktur tersebut mengundang komentar pedas dari sejumlah warga.

Sodiq, warga Desa Ciangsana misalnya. Ia menuding Pemkab Bogor tidak memiliki kepedulian terhadap perbaikan sarana infrastruktur. “Lihat saja, jalan ini sudah bertahun-tahun rusak. Hingga kini sama sekali tidak ada perbaikan. Artinya, Pemkab Bogor sama sekali tidak peduli,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/9/2016).

Dia juga menyatakan, beberapa waktu lalu sempat tersiar informasi, bahwa jalan tersebut akan diperbaiki pada tahun 2016 ini. “Kalau tidak salah informasinya, bulan Agustus lalu. Namun, sampai bulan September ini, belum ada tanda-tanda jalan ini akan diperbaiki,” tukasnya.

Sebagai warga Desa Ciangsana, lanjut Sodiq, dan juga harapan warga lain supaya pemerintah segera memperbaiki jalan ini, mengingat sudah banyak warga jadi korban jatuh ketika berkendara. “Kami tidak mau ada warga lainnya yang menjadi korban,” tandasnya.

Kepala Desa Ciangsana, Kec. Gunung Putri, H. Kacan bin H. Naman yang diminta komentarnya menyatakan, ada empat titik jalan yang rusak parah di sepanjang Jalan Ciangsana. “Ini adalah jalan kabupaten, saya sebagai kepala desa sangat mendukung supaya jalan ini cepat diperbaiki,” terangnya.

Bahkan, Kacan mengakui, dirinya sudah sering didatangi warga, baik dari kepemudaan, ulama maupun tokoh masyarakat menanyakan jalan sudah rusak parah kenapa tidak diperbaiki. “Karena itu harapan saya, pemerintah secepatnya menjawab keluhan warga Ciangsana,” imbuhnya.[*]

.