Minta Doa dan Restu, Zola Cs Bersilaturahmi ke Asrama Rumah Yatim Dhuafa

©transbogor.co
KUNJUNGI ASRAMA- Manajerial tim H. Duddy Sutandi bersama tim sepak bola PON Jabar saat mengunjungi Asrama Yatim Rumah Dhuafa, di Jl. Raya Pemda Sukahati, Kel. Karadenan, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (13/9/2016).

Transbogor.co- Tim sepak bola Jawa Barat melakukan kunjungan ke Asrama Rumah Yatim dan Dhuafa, di Jalan Raya Pemda Sukahati, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (13/9/2016).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk minta dukungan dan doa restu sebelum melakukan pertandingan penyisihan Grup A PON XIX/2016, Rabu (14/9/2016) petang, melawan Tim PON Jawa Tengah.

“Ini sudah jadi agenda kami, kalau kami memang melakukan kunjungan ke Asrama Rumah Yatim dan Dhuafa sekaligus meminta dukungan, dan doa dari para anak yatim piatu dan pengelola rumah dhuafa,” ujar Manajer Tim PON Jabar, H. Duddy Sutandi, Selasa (13/9/2016) petang.

Duddy berharap, kunjungan ini memberi arti penting bagi perjalanan tim sepak bola Jabar dalam event PON XIX/2016. “Jajaran manajerial, pelatih, dan para pemain tim sepak bola Jabar meminta dukungan, dan doanya dari seluruh warga Kab. Bogor. Rabu petang, kami akan mengawali pertandingan yang sangat penting dalam event PON,” beber H. Duddy Sutandi.

Dalam kesempatan yang sama, Lukas Tumbuan, allenatore tim sepak bola PON Jabar mengaku, timnya sangat membutuhkan support, dan dukungan semua elemen yang ada di Bumi Tegar Beriman.

“Bagi kami semua lawan yang akan dihadapi sangat berat. Namun, kami harus mampu memenangkan semua pertandingan di fase penyisihan grup ini,” ucap Lukas Tumbuan.

Menyinggung kegiatan kunjungan ke Asrama Rumah Yatim dan Dhuafa, secara tegas Lukas mengaku sangat bangga dengan sikap dan kepedulian semua elemen yang ada di Tim sepak bola Jabar saat ini.

“Berbagi bersama anak yatim adalah hal yang sangat penting bagi kita semua. Kami juga meminta dukungan, dan doa restunya dari semua masyarakat Kab. Bogor supaya kami mampu memenangkan partai perdana ini,” tukas Lukas.

 

Reporter: Sabastian

Editor    : Arief Pramana

.