Diwarnai Dua Kartu Merah, Bali dan DKI Jakarta Berbagi Nilai

©transbogor.co
KETERANGAN PERS- Pelatih Kepala Tim sepak bola PON XIX/2016 Bali, Bramastra (dua dari kiri) ketika memberikan keterangan pers selesai pertandingan melawan Tim DKI Jakarta, di Ruangan Media Center Gate 3, Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Rabu (14/9/2016) malam.

Transbogor.co- Dua kartu merah mewarnai laga kedua babak penyisihan Grup A cabang olahraga sepak bola PON XIX Jabar 2016, di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/9/2016) malam.

Ambisi DKI Jakarta untuk meraih kemenangan gagal terwujud, setelah ditahan imbang Bali 1-1 (0-0). DKI memimpin terlebih dulu melalui gol Akbar Tanjung (48), sebelum disamakan Kushedya Hari Wardana (87).

Dengan hasil tersebut, Tim Jawa Barat memimpin klasemen sementara Grup A dengan koleksi tiga poin, hasil kemenangan 2-1 atas Jawa Tengah. DKI dan Bali berada di tangga kedua, dan ketiga. Sedangkan, Jawa Tengah menghuni juru kunci.

Pertandingan antara DKI Jakarta melawan Bali berlangsung dalam tempo tinggi. Hujan deras yang mengguyur Stadion Pakansari membuat kedua tim kerap melakukan pelanggaran.

Hingga pada akhirnya, I. Wayan Eka Nanda (DKI) mendapatkan dua kartu kuning, dan harus rela ‘mandi’ terlebih dulu saat laga menginjak menit ke-60. Wasit Aprisman Aranda kembali memberikan kartu kuning kedua, kali ini untuk bek Bali, I Wayan Agus Eka Putra.

Usai pertandingan, pelatih DKI Jakarta, Sudirman mengaku puas dengan kinerja para pemainnya. “Secara hasil saya puas, karena kami tak kalah meski hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-60. Ini merupakan hasil adil, tapi saya tak puas dengan kepemimpinan wasit. Dia (wasit- red) terlalu gampang meniup peluit dan memberikan kartu. Kami banyak dirugikan,” tegas Sudirman saat menghadiri konferensi pers di Ruang Media Center.

Ia berharap, sang pengadil di lapangan bisa memimpin dengan baik pada laga berikutnya. “Laga perdana sudah kami lewati, dan hasilnya imbang. Kini, para pemain harus tetap fokus. Evaluasi menjadi agenda penting sebelum DKI bertempur melawan Jateng,” sambung Sudirman.

Sementara itu, pelatih Bali A.A KT. Bramastra mengatakan, hujan deras yang mengguyur Stadion Pakansari membuat skuadnya gagal menampilkan permainan terbaik.

“Terutama pada babak pertama, hujan deras membuat para pemain kesulitan. Sedangkan di paruh kedua, kami bermain bagus setelah hujan reda. Sayang, sejumlah peluang gagal dimaksimalkan menjadi gol,” pungkas Bramastra.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.