Terkendala Alat, Gantole Jawa Barat Justru Memimpin

©doc
WAWAN HAIKAL KURDI

Transbogor.co- Hari kedua pelaksanaan cabang olahraga (Cabor) gantole Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Batu Dua, Kabupaten Sumedang, Kontingen Jawa Barat sementara memimpin perolehan nilai untuk nomor lintas alam jarak terbatas.

Iyus Pratama dan kawan-kawan berhasil melewati Kontingen Jawa Timur, yang kini harus puas berada di peringkat kedua.

Manajer gantole Jabar, Wawan Haikal Kurdi mengaku cukup puas dengan penampilan pilotnya di hari kedua, Kamis (15/9/2016). Menurut dia, perolehan nilai tinggi diraih berkat kerja keras. “Kami sempat mengalami kendala di hari pertama. Jadi, baru hari ini (Kamis- red), kontingen Jabar bisa melewati perolehan nilai Jatim,” kata Wawan.

Kendala yang dikatakan Wawan adalah, masalah alat atau mesin yang digunakan untuk para atlet. “Alat baru datang dari Milan, Italia ada keterlambatan, jadi baru saja digunakan. Semoga kami bisa menambah perolehan nilai, sehingga target medali emas bisa terwujud,” sambungnya.

Wawan menambahakn, pada PON kali ini, saingan pastinya lebih besar, karena pilot-pilot dari seluruh Indonesia akan ambil bagian.

“Kontingen Jabar wajib mewaspadai kekuatan dari Jatim, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Barat. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengenal medan, di Sumedang yang telah ditunjuk sebagai venue,” ucap Wawan.

Kontingen Jabar sendiri membidik gelar juara umum pada PON XIX/2016. Kala itu, sebut Wawan, program latihan terus diintensifkan, terutama pada nomor ketepatan mendarat. “Medan di Sumedang tak menentu, terutama perubahan angin. Para atlet mayoritas sudah siap,” tukasnya.

Wawan menerangkan, empat kontingen dari Jatim, Banten, DKI Jakarta, dan Sumbar harus diwaspadai, karena diperkuat pilot-pilot berpengalaman.

“Khusus untuk gantole, Iyus Pratama dan Ayat Supriatna adalah pemilik ranking pertama nasional kelas A dan B. Namun, hal itu bukan jaminan. Mereka harus bekerja ekstra keras demi mewujudkan target,” pungkasnya.

.