Indonesia Memerlukan Revolusi Mental, Ini Saran Poppy Amalya

©transbogor.co
MOTIVASI- Psikologi, Poppy Amalya memberi motivasi kepada salah seorang peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat mengkampanyekan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), di Aula Diskominfo, Jln. Raya Tegar Beriman, Kel. Tengah, Kec. Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (20/9/2016).

Transbogor.co- Psikologi, Poppy Amalya menegaskan, mengapa Indonesia memerlukan revolusi mental, karena bangsa ini membiarkan praktik-praktik dalam berbangsa dan bernegara dilakukan dengan cara-cara tidak jujur, tidak memegang etika dan moral, tidak bertanggung-jawab, tidak dapat diandalkan, dan tidak bisa dipercaya.

“Itu sebab harus diakui. Dengan kata lain sebagai bangsa kita kehilangan nilai-nilai integritas, bahkan dalam bidang perekonomian kita tertinggal jauh dari negara-negara lain, karena kita kehilangan etos kerja keras, daya juang, daya saing, semangat mandiri, kreatifitas dan semangat inovatif,” tukas Poppy Amalya.

“Sebagai bangsa kita krisis identitas, karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai semangat gotong-royong, saling bekerja-sama demi kemajuan bangsa meluntur. Kita harus mengembalikan karakter bangsa Indonesia ke watak luhurnya,” jelas Poppy pada Forum Tematik Kehumasan Gerakan Revolusi Mental di Aula Diskominfo, Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Selasa (20/9/2016).

Untuk itu, tegas Poppy lagi, lakukan perubahan dari yang negative menjadi lebih baik, mulai dari reformasi birokrasi, pelayanan satu atap, transparansi anggaran, pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan publik seluruh Indonesia, program monitoring: perencanaan, implementasi dan laporan pogram di kementerian/lembaga.

“Serta membuat portal pengaduan masyarakat atas pelayanan publik, gerakan disiplin waktu kerja dan pendidikan karakter di sekolah-sekolah,” imbuhnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.