Pendapatan Daerah Kabupaten Bogor Meningkat 1,58 Persen

  Ā©transbogor
PARIPURNA ISTIMEWA- Bupati Hj. Nurhayanti (kiri), Ketua DPRD, Ade Ruhendi (kedua kiri), Wakil Ketua 1 DPRD, Ade Munawaroh Yasin (kedua kiri) dan Wakil Ketua 2 DPRD, Sapta Riani (kanan) saat sidang paripurna istimewa rancangan perubahan APBD 2016 dan RTRW Kab. Bogor tahun 2016-2036 di Ruang Serbaguna II, Gedung Setda Kab. Bogor, Jumat (30/9/2016).

Transbogor.co- Bupati Hj. Nurhayanti menjelaskan, pendapatan daerah sebelum pembahasan diusulkan Rp5,447 triliun, dan setelah pembahasan terdapat peningkatan menjadi sebesar Rp86,111 miliar, atau naik 1,58 persen, sehingga total pendapatan daerah pada rancangan perubahan APBD 2016 adalah sebesar Rp5,544 triliun.

Penegasan itu dikatakan saat menyampaikan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 kepada DPRD setempat, pada sidang paripurna istimewa yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna II, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Bogor, Jumat (30/9/2016) sore.

“Kenaikan pendapatan daerah ini bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) dengan berpedoman kepada informasi Kementerian Keuangan, bahwa DAU yang ditunda akan disalurkan kembali sekurang-kurangnya 25 persen dari alokasi dana yang ditangguhkan, dan sisanya akan disalurkan pada awal 2017,” ungkapnya.

Ditegaskan bupati, terkait belanja daerah sebelum pembahasan alokasi yang diusulkan sebesar Rp6,980 triliun, dan setelah pembahasan terjadi penurunan sebesar Rp691,787 juta, sehingga total belanja daerah pada rancangan perubahan APBD 2016 adalah sebesar Rp6,979 triliun.

“Penurunan belanja daerah ini disesuaikan dengan kemampuan daerah, namun tetap memprioritaskan alokasi untuk bidang kesehatan melalui penambahan peralatan kedokteran, bidang pendidikan melalui pendidikan karakter keagamaan dan alokasi pembangunan di desa, serta komitmen untuk meningkatkan layanan KTP-el bagi seluruh masyarakat Kab. Bogor,” tukasnya.

Mengenai pembiayaan daerah, lanjut bupati, sebelum pembahasan direncanakan sebesar Rp1,532 triliun, dan setelah itu mengalami penurunan sebesar Rp86,803 miliar yang bersumber dari penerimaan piutang daerah, sehingga total pembiayaan netto dalam rancangan perubahan APBD 2016 sebesar Rp1,445 triliun.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.