PDOB KBB Memutuskan Mata Rantai Kemiskinan di Bumi Tegar Beriman

©
Bupati Bogor Hj. Nurhayanti melakukan penandatangan nota kesepakatan bersama Komite I DPD RI dan Bupati/Wali Kota pengusul Pembentukan Daerah Otonom Baru (PDOB) selesai rapat kerja di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2016).

Transbogor.co- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, menegaskan salah satu alasan Pembentukan Daerah Otomi Baru (PDOB) Kabupaten Bogor Barat (KBB) adalah, untuk memutus rantai kemiskinan secara keseluruhan di Bumi Tegar Beriman.

Berdasarkan data Bappeda Kab. Bogor, dari 14 kecamatan yang akan mekar menjadi DOB KBB terdapat 41.216 rumah tangga berstatus sangat miskin, atau sekitar 70 persen dari 76.175 rumah tangga sangat miskin.

“Data di Bappeda ada 424.314 jiwa sangat miskin atau 76.175 rumah tangga hingga tahun 2015,” kata Kepala Bidang (Kabid Kesejahteraan Sosial pada Bappeda Kabupaten Bogor, Emy Sriwahyuni kepada wartawan di Cibinong.

Dari 14 kecamatan itu, Rumpin dan Kec. Sukajaya, menduduki peringkat teratas dalam hal rumah tangga sangat miskin (RTSM). Rumpin dengan 4.117 rumah tangga dan daerah asal Ade Ruhandi sang Ketua DPRD Kab. Bogor, Sukajaya memiliki 4.114 RTSM.

Dengan adanya ungkapan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo, bahwa tidak ada persiapan DOB pada 2016 ini, rasanya masih sulit untuk Kab. Bogor menekan anga kemiskinan hingga 5 persen dari jumlah penduduk 5,5 juta jiwa pada 2018 nanti sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.

Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti pun mengaku, jika APBD Kab. Bogor takkan mampu melayani seluruh masyarakat Bumi Tegar Beriman. Maka, dia pun meneken kesepakatan dengan DPD RI untuk percepatan pemekaran.

Namun, dengan melihat besaran Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) yang menyentuh angka Rp1 triliun, semestinya Bupati Nurhayanti tidak perlu mengatakan, “Sebesar apapun APBD Kab. Bogor tidak akan mampu melayani seluruh masyarakat. Kecuali, APBD yang ada mengalami defisit”.

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.