Polisi Harus Profesional, DPR Desak Kasus Penistaan Agama Dituntaskan

  ©net
AGUS HERMANTO

Transbogor.co- Wakil Ketua DPR RI, Agus Hermanto menegaskan, bahwa dugaan penistaan agama oleh salah seorang kepala daerah harus dituntaskan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Ini harus dituntaskan, harus secepatnya diselesaikan sesuai UU (Undang-undang) yang berlaku,” kata Agus di sela-sela acara Press Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Jumat (7/10/2016).

Hal tersebut, lanjut Agus, didasarkan pada indikasi masuknya prilaku sang kepala daerah tersebut pada wilayah hukum. “Menurut saya bisa diindikasikan masuk wilayah hukum,” lanjut Agus.

Agus juga menegaskan, bahwa pihaknya setuju untuk memberi dukungan kepada aparat penegak hukum agar mampu menuntaskan kasus tersebut. “Kita kuatkan penegak hukum agar dituntaskan oleh Polisi,” tegas Agus.

Agus juga mendesak agar penuntasan dugaan penistaan agama bisa selesai sebelum kampanye Pilkada serentak pada Februari 2017 mendatang. “Ini harus dituntaskan sebelum masa kampanye dimulai,” desak Agus.

Menarik Dukungan

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Fadel Muhammad mengatakan, DPP Partai Golkar akan menggelar rapat untuk memutuskan apakah akan tetap mempertahankan dukungannya atau melepaskan dukungan pada calon gubernur petahana, Ahok dalam Pilkada DKI Jartarta, 2017 mendatang.

Menurut Fadel, rapat itu dilakukan terkait pernyataan Ahok yang kontroversial. Pernyataan Ahok soal surat Al Maidah, ayat 5 yang menurutnya sering digunakan untuk membodohi umat Islam dinilai sangat kontroversial.

“Yah malam ini semua pengurus DPP kumpul membahas soal Ahok. Pernyataannya memang sangat kontroversial. Makanya, semua kumpul bagaimana Golkar akan bersikap apakah lanjut mendukung atau tidak,” ujar Fadel.

Ia pun meminta Polri untuk serius menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap pernyataan Ahok itu. Polisi, tambah dia, harus bisa bersikap tegas, karena pernyataan Ahok itu sangat menyakitkan hati umat Islam.

“Kita lihat bagaimana aparat hukum menindaklanjutinya. Saya harap, polisi serius karena ini menyangkut keamanan. Pernyataan ini sungguh sangat menyakitkan umat Islam,” tegasnya.

Fadel sendiri menyesali Ahok yang sampai mengeluarkan pernyataan itu. Bagaimanapun, menurut Fadel, Ahok telah bicara tidak sesuai porsinya dan tidak memahami apa yang dikatakannya. “Saya sesali sampai dia bicara seperti itu,” tandasnya.

Sementara, Politikus muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia pun angkat bicara selaku kader partai Golkar yang mengusung Ahok di Pilkada DKI 2017 mendatang.

“Sikapnya tidak saja selalu mengundang amarah, merusak kedamaian dan menyakitkan manusia. Ini sudah sampai pada menyerang, bahkan menistakan agama Islam. Ahok telah menghina Alqur’an yang juga menghina umat Islam di seluruh dunia,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (7/10/2016).

Sebagai umat muslim yang menjunjung tinggi Alqur’an, dia mengaku, sangat tersinggung. Dia menilai, pernyataan Ahok selaku gubernur tentunya sama sekali tak bisa dibenarkan. “Saya sebagai seorang muslim dan juga kader Golkar merasa tersinggung”.

Doli berpendapat, sikap mantan Bupati Belitung Timur itu terkesan mengajak warga untuk ingkar pada ajaran Islam. Ditambah, figur Ahok jelas tidak sesuai dengan platform dan doktrin partai Golkar yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Sikap yang ditunjukkan oleh Ahok yang mengajak orang untuk tidak percaya atau mengingkari kitab suci dan keyakinannya telah bertentangan dengan ikrar pertama Panca Bhaktinya,” tukas Doli.

Doli juga mengaku akan meminta Golkar untuk menarik dukungannya kepada Ahok di Pilgub DKI. “Saya mendesak agar Partai Golkar untuk segera menarik dukungannya kepada Ahok, karena Ahok yang didukung oleh Partai Golkar sudah tidak sesuai lagi dengan jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang selama ini dikembangkan dalam Golkar yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Dia khawatir, kemarahan umat muslim atas pernyataan Ahok dapat berdampak buruk pada Partai Golkar. “Saya khawatir kemarahan umat yang dihina oleh Ahok akan berdampak negatif terhadap Golkar,” tandasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.