Tak Miliki Izin, Satpol PP Kabupaten Bogor Porak Porandakan 21 THM di Kemang

©transbogor
PEMBONGKARAN- Petugas Satpol PP saat merobohkan sebuah bangunan THM tak berizin di Desa dan Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Pembongkaran secara manual itu melibatkan ratusan aparat dari Polri dan TNI, serta beberapa komponen masyarakat.aten Bogor Porak Porandakan 21 THM di Kemang

Transbogor.co- Tim Praja Wibawa, atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, kembali membongkar 21 bangunan tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kecamatan Kemang

Tindakan ini dilakukan karena, bangunan-bangunan yang berada di Blok Kiray dan Blok Empang, Desa Kemang, dan Blok Yuli, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang itu tidak dilengkapi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) (IMB) dan menganggu ketertiban umum (Tibum).

“Pembongkaran 21 bangunan THM ini merupakan bentuk ketegasan kami untuk meneruskan program ‘Nobat’ alias nongol babat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pemeriksaan (Bina Riksa) Satpol PP Kab. Bogor, Agus Ridhollah, di lokasi penertiban,

Dikatakannya, 21 THM yang dibongkar tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda), tentang Tibum. “Semua bangunan yang dibongkar juga tidak memiliki izin, alias bangunan liar, atau ilegal,” tegasnya.

Dari pantauan di lokasi menunjukkan, proses pembongkaran berjalan lancar dan cepat, meski tidak menggunakan alat berat. Pembongkaran dilakukan secara manual dengan melibatkan ratusan aparat gabungan dari Satpol PP, Polri dan TNI, serta beberapa komponen masyarakat.

“Ke depan kami berharap, proses pengawasan bisa dilakukan lebih ketat. Termasuk, bantuan dan peran serta masyarakat sekitar,” imbuh Kabid Riksa, Agus Ridhollah.

Cepatnya proses pembongkaran tahap kedua terhadap 21 THM di wilayah Kemang tersebut, dikarenakan beberapa bangunan sudah dibongkar terlebih dulu oleh para pemiliknya.

“Bangunan THM di sini ada yang permanen dan semi permanen. Namun, sebagian bangunan memang sudah dibongkar saat kami berikan SP (surat peringatan) 1, 2 hingga 3 sebelumnya,” sambung Kepala Seksi Pengendalian Operasional (Kasi Dalops) Satpol PP Kab. Bogor, Ruslan menambahkan.

Ada hal yang menarik saat pembongkaran yang terjadi di Blok Yuli, Desa Pondok Udik, Kec. Kemang. Di lokasi tersebut ada satu THM yang oleh pemiliknya sengaja tidak dibongkar. Begitupun barang-barang yang biasa digunakan sebagai alat-alat hiburan masih berada di dalam bangunan.

Seperti kursi, meja, alat sound system dan lainnya. Bahkan, puluhan karton bekas minuman beralkohol jenis bir putih dan hitam. Petugas gabungan langsung mengeluarkan dan mencatat barang-barang, serta langsung membongkar dan merobohkan bangunan THM.

“Semua bangunan liar tempat hiburan malam yang sudah disegel kita bongkar tanpa kecuali,” ucap Ruslan menegaskan.

Sebelumnya, Tim Wibawa Praja Kab. Bogor ini memastikan membongkar puluhan bangunan tanpa izin yang sudah disegel di beberapa kecamatan lainnya dalam waktu dekat ini.

Kepastian itu didapat, setelah sejumlah petinggi korps penegak peraturan daera tersebut menggelar rapat persiapan pembongkaran di Markas Satpol PP, Jalan Aman, Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Kamis (6/10/2016) lalu.

“Untuk eksekusi sesuai hasil rapat yang sudah dilakukan kita akan terjunkan 200 personil Satpol PP yang akan dibantu petugas dari Polres Bogor, Kodim 0621, Sub Den Pom III/1-3 Cibinong, kecamatan, Linmas dan SKPD terkait,” tambah Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional (Dalops) Satpol PP Kab. Bogor Asnan kepada Transbogor.co.

Lanjut Asnan, ekseskusi ini merupakan tindak lanjut dari penyegelan yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Soal waktu, Asnan menyebutkan, pembongkaran ini memang sempat tertunda akibat padatnya jadwal kegiatan yang dimiliki Satpol PP.

“Jujur kemarin (Rabu, red) pembongkaran memang sempat terhambat akibat jadwal yang berbenturan. Salah satunya, pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 yang dihelat di Kab. Bogor,” paparnya.

Asnan menegaskan, dalam pelaksanaan nanti, sesuai instruksi dari Kepala Satpol PP Kab. Bogor, Herdi, pembongkaran akan dilakukan dengan teknis dibagi dua tim agar penertiban bisa berjalan berbarengan.

“Total ada 41 bangunan, masing-masing 21 bangunan di Kecamatan Kemang, dan 20 bangunan di Cileungsi. Untuk pelaksanaannya dilakukan berbarengan, satu hari pada tanggal 12 (Rabu siang tadi). Intinya, pembongkaran ini merupakan upaya tindakan tegas kami dalam menegakan Perda Kab. Bogor,” tandasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

 

.