Satu Ruang Pimpinan Senilai Rp450 Juta, Gedung DPRD Kabupaten Bogor Bak Hotel Bintang Tiga

  Ā©doc
REHAB- Gedung DPRD di Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, Kel. Tengah, Kec. Cibinong yang masih dalam tahap pembangunan , ternyata menyimpan kejutan. Selain memiliki 101 pintu ruangan atau kamar dan beberapa ruangan VIP, gedung ini juga terdapat 25 closet dan kamar mandi.

Transbogor.co- Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang berada di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, ternyata menyimpan satu kejutan yang mungkin membuat geleng-geleng kepala.

Apalagi, kalau bukan soal ruangan-ruangan yang terdapat di dalam gedung yang nantinya diutamakan digunakan untuk rapat paripurna para wakil rakyat tersebut.

Gedung yang menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ‎yang mencapai Rp16,1 miliar ini memiliki ruangan-ruangan khusus untuk para pimpinan dewan yang meliputi, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD serta Sekretaris Dewan (Setwan).

Direktur Utama PT. Proteknika Jasa Pratama, Saud Henry P. Sibarani menjelaskan, proyek Gedung DPRD yang kini tengah ditangani perusahaannya memiliki 101 pintu ruangan, atau kamar dan beberapa ruangan VIP.

“Saya juga awalnya tidak menyangka kalau pembangunan gedung ini ada 101 pintu. Menurut saya, ini seperti hotel bintang tiga. Ya desainnya begini, kita ikuti saja,” jelas Saud Henry P. Sibarani kepada wartawan, di Cibinong, Kamis (13/10/2016).

Selain 101 pintu, lanjut dia, di gedung ini juga terdapat 25 closet dan kamar mandi. “‎Ada beberapa ruangan VIP yang di dalamnya ruangannya ada kamar mandinya. Mungkin, itu untuk para pimpinan dewan,” ungkapnya.

Dia mengira ruangan atau yang lebih bisa disebutkan sebuah kamar itu diperuntukkan untuk tempat beristirahat di kala para anggota DPRD melakukan rapat yang mungkin saja hingga larut malam dan tengah malas pulang ke rumah.

Disinggung soal nilai per-ruangan, atau kamar yang bisa disebut VIP, Saud Henry mengungkapkan, satu ruangan bisa menghabiskan ratusan juta rupiah.“Jika melihat rata-rata dari bangunan, permeter saya kira bisa mencapai 15 juta, tinggal dikali saja volume per kamar yang rata-rata luasnya 30 meter persegi. Ini seperti hotel bintang tiga saja,” sambungnya.

Melihat dari mewahnya bangunan tersebut, Saud Henry menyebutkan, seharusnya APBD yang digunakan lebih dari itu.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor, Zentoni & Partner mengungkap, nilai per ruangan, atau kamar dari tiap pimpinan dewan itu terlalu mahal. Menurut dia, hal ini sangat tidak berbanding dengan kinerja yang dilakukan para wakil rakyat tersebut.

“Terlalu mahal kalau mencapai sekian, dan tidak sesuai dengan kinerjanya. Lebih baik anggarannya digunakan untuk pembangunan infrastruktur,” tukasnya singkat.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.