The Jak dan Viking Perang Batu, Jelang Duel PS TNI Vs Persija Kompetisi TSC 2016

  ©transbogor
PERANG- Sekolah massa suporter Persija Jakarta The Jak bentrok dengan suporter Persib Bandung “Viking” di Jl. Alternatif Sentul-Kandang Roda, Ds. Cijujung, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor, Jumat (14/10/2016) sore.

Transbogor.co- Suporter fanatik Persija Jakarta “The Jak” bentrok dengan suporter Persib Bandung “Viking” di Jalan Alternatif Sentul-Kandang Roda, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (14/10/2016) sore.

Peristiwa itu terjadi jelang pertandingan Kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 antara kesebelasan PS TNI dengan Persija yang gelar di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dari hasil pantauan di lapangan menunjukkan, bak arena tinju, ratusan dari ribuan suporter fanatik Persija yang lebih dikenal “The Jak”, turun ke jalan dan saling lempar batu dengan oknum yang mengaku dirinya sebagai suporter Persib Bandung atau Viking.

Amarah pun tak terbendung, mereka membabi buta,  dan menyerang Resto Joglo dan memukul seorang security yang tengah berjaga di sana, bahkan menghancurkan beberapa fasilitas yang ada di Resto tersebut. 

Menurut salah seorang mata,‎ Fadel (24), insiden itu terjadi sekitar pukul 15:00 WIB, ketika dirinya tengah asyik nongkrong sekitaran restoran, tiba-tiba diserang ratusan suporter The Jak. “Mereka memukul security, bahkan tak segan melukai seorang perempuan pengelola resto,” terang Fadel saat ditemui di tempat kejadian perkara.

Namun, kata Fadel, pihak kepolisian sangat terlambat dalam menangani kejadian ini. Sebab, korban sudah berjatuhan. Bahkan, salah seorang pewarta tv swasta dari Berita Satu, Heru Yustanto yang tengah berada di lokasi menjadai sasaran. Ia terkena amukan suporter.

“‎Iya pas saya tanya ternyata yang terkena pukul adalah wartawan. Saya sangat menyayangkan ini terjadi di Kab. Bogor, dan pengamanan Polres pun terbilang lambat, meski semuanya bisa diredam setengah jam kemudian,” tambahnya.

Heru Yustanto mengaku, setelah terkena pukulan oleh The Jak Mania dengan menggunakan gesper, dirinya berlari ke dalam resto dan memilih diam di dalam toliet. “Awalnya saya melihat sebentar sebelum melakukan peliputan. Namun mereka (The Jak- red) membabi buta dan saya pun terkena pukul,” tandasnya.

Terpisah, Dani, seorang warga, bentrokan antar dua kelompok pertama kali terjadi di Jalan Jakarta-Bogor. Saat itu ada sekelompok orang melintas dihadang oleh warga menggunakan bambu. “Tadi ada sekelompok orang jalan terus nggak tagu saling serang pakai bambu,” ujarnya.

Dani menambahkan, polisi pun sempat menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Suasana semakin mencekam menjelang petang, sebab ratusan personel polisi pun diterjunkan untuk mengamankan ribuan suporter.

Alhasil, puluhan suporter yang dianggap sebagai biang kerok berhasil diamankan. Mereka langsung digelandang ke kantor Polres Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong untuk dimintai keterangan dan proses lebih lanjut.

Dari tangan para suporter, polisi menyita puluhan senjata tajam jenis celurit dan menemukan empat linting yang diduga daun ganja dari salah seorang suporter. Hingga berita ini diturunkan, belum satu pihak kepolisian pun yang berkomentar.

Menurut catatan, kedua suporter ini memang tidak pernah akur. Walau kedua kesebelasan tidak bertanding, di luar stadion, tapi jika bertemu selalu terjadi tawuran.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.