Ngaku Bisa Gandakan Uang, Aksi Tukang Pijat Panggilan Berakhir di Hotel Prodeo

  ©
INTEROGASI- Waka Polres, AKBP Candra Kumara saat menginterogasi, Sri Sunarsih (50) pelaku penipuan di Polres Kota Depok, Jl. Margonda Raya, No.14, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (14/10/2016).

Transbogor.co- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Metro Bojong Gede membekuk seorang perempuan berprofesi tukang pijat panggilan di rumah kontrakannya, di Kampung Caringin, Desa Ragajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Kamis (13/10/2016) malam.

Janda beranak dua bernama Sri Sunarsih (50) ini ditangkap, karena telah menipu Maemunah (48), warga Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor yang tak lain pasien pijatnya hingga merugi sebesar Rp22 juta.

Hingga berita ini ditayangkan, pelaku telah mendekam di balik terali besi Polsek Metro Bojong Gede untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kota Depok, AKBP Candra Kumara mengatakan, modus penipuan dan penggelapan uang yang dilakukan Sunarsih ini berdasarkan laporan korban Maemunah, warga Ds. Nanggerang, Kec. Tajurhalang, Kab., Bogor pekan lalu.

Kata Candra, Maemunah adalah pasien Sunarsih yang sudah cukup sering menggunakan jasa Sunarsih untuk memijat Maemunah dan keluarganya. Koban, akhirnya tertipu dengan iming-iming Sunarsih yang mengaku bisa menggandakan uang sampai miliaran rupiah.

“Tertarik atas cerita kemampuan Sunarsih, akhirnya korban tertipu sebesar 22 juta. Korban menyerahkan uang sebanyak itu secara bertahap kepada pelaku,” ungkap Candra, di  Polresta Depok, Jumat (14/10/2016).

Menurut dia, uang yang diserahkan Maemunah ke Sunarsih terjadi mulai Juli sampai Agustus 2016 lalu. Penyerahan uang juga disertai dengan ember yang nantinya dijanjikan sebagai tempat mengisi uang dan akan dikembalikan ke korban.
Besaran yang diserahkan awalnya Rp5 juta, lalu secara bertahap mulai dari Rp500 ribu sampai Rp10 juta. “Totalnya semua uang korban yang diserahkan ke pelaku sampai Agustus adalah 22 juta rupiah,” urai AKBP Candra.

Candara menambahkan, pelaku menyatakan uang akan berhasil digandakan beberapa hari kemudian, setelah penyetoran uang terakhir pertengahan Agustus lalu, yakni sebesar Rp3 juta.

Beberapa hari kemudian, pelaku menyerahkan 3 buah ember berbeda warna kepada korban untuk dibawa pulang. Ember itu kata pelaku akan berisi uang yang berhasil digandakan dengan sejumlah syarat.“Pelaku meminta ember jangan dibuka dulu selama empat hari. Jika dilanggar, maka penggandaan uang gagal,” tambah Candra.

Selain itu, lanjut Candra, pelaku juga meminta korban untuk tidak menerima tamu selama 4 hari. “Semua syarat yang diminta pelaku sudah dituruti korban. Namun, pada saatnya dibuka, ternyata ketiga ember berisi pakaian bekas dan kotor serta segepok uang kertas mainan bergambar Upin-Ipin pecahan 100 ribu,” tukasnya.

Merasa tertipu, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Bojong Gede. “Pelaku kami bekuk di rumah kontrakannya di Kp. Caringin, Ds. Ragajaya, Kec. Tajurhalang, Kab. Bogor,” kata Candra.

Sambung Wakapolres, akibat perbuatannya itu ibua dua anak ini akan dijerat pasal 378 KUHP, tentang penipuan dan pasal 372 KUHP, tentang penggelapan dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.

 

Reporter: Sabastian

Editor      : Arief Pramana

.