Rehab SDN Cibeureum 01 Cisarua Dikeluhkan Orang Tua Siswa

  Ā© DEDE SUHENDAR | Transbogor.co
TANPA JENDELA- Beginilah suasana kegiatan belajar mengajar di SDN Cibeureum 01, Kec. Cisarua, Kab. Bogor, Rabu (19/10/2016). Mereka belajar dibiarkan terbuka tanpa ada jendela dan pintu. Ini dikarenakan rehab sekolah tidak tuntas 100 persen.

Transbogor.co- Rehab empat ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cibeureum 01, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yang direncanakan bertingkat dikeluhkan orang tua murid. Sebab, proyek bersumber dari Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Bogor sebesar Rp490.176.000 yang dikerjakan CV. Putra Purnama Mandiri dibiarkan terbuka tanpa ada jendela dan pintu.

Kondisi seperti itu disebabkan rehab sekolah tidak tuntas 100 persen, karena terjadi perubahan perencanaan saat tahap pekerjaan fisik dilakukan pihak ketiga atau pemborong.

Dari pantauan di lokasi, murid kelas 1,2,3 dan 4 SDN Cibeureum 01 belajar di ruang kelas yang kondisinya belum terpasang jendela maupun pintu. Mereka juga tidak mendapatkan kenyamanan, karena ruang belajar mereka ‘ngeblong’ alias tanpa sekat. Bila hujan deras, air masuk ke dalam ruang kelas yang mereka tempati untuk belajar.

“Usai direhab, kondisi sekolah malah dibiarkan terbuka seperti ini. Saat belajar anak-anak serba tidak nyaman. Yang paling kasihan, anak saya beberapa hari lalu masuk angin, karena pihak sekolah memaksakan menyelenggarakan KBM (kegiatan belajar mengajar) ketika cuaca sedang hujan deras,” ujar Mita, orang tua siswa kepada wartawan ketika menjemput anaknya di SDN Cibeureum 01, Rabu (19/10/2016).

Ibu dua anak ini pun mengaku cemas dengan kondisi sekolah yang belum terpasang jendela dan pintu. Meski begitu, wanita yang berhijab tersebut menyatakan, tidak menyalahkan pihak sekolah. Karena, apa yang dilakukan ini untuk jangka panjang.

“Justru kami para orang tua siswa ingin membantu kondisi sekolah sekarang. Beberapa waktu lalu kami mengadakan rapat, dan disepakati akan membantu dengan cara iuran untuk penyelesaian bangunan sekolah,” jelas Mita yang bertempat tinggal, di Kampung Alun-alun Cibeureum itu.

Sementara, Kepala SDN Cibeureum 01, Dede Sutisna tak menampik hal tersebut. Situasi ini berlangsung hampir sebulan lalu, tepatnya ketika rencana rehab bertingkat rampung, pada 20 September 2016.

Dijelaskannya, rencana awal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik) merealisasikan renovasi untuk empat ruang kelas. Namun, pihaknya mengajukan perubahan rencana anggaran biaya (RAB) ke Disdik, selain direhab juga dilakukan cor dak.

Lanjut Dede Sutisna, Disdik saat itu tidak setuju, karena anggaran tidak akan memadai bila harus mengubah gambar perencanaan awal. Namun pada akhirnya disetujui, tapi dengan konsekuensi bangunan tidak selesai 100 persen.

“Kondisi bangunan yang sekarang ini memang keinginan kami. Hemat saya, jika hanya direhab saja, nanti akan sulit bila akan menambah ruang kelas. Dengan cor dak, sama halnya membeli tanah, tinggal mendirikan bila ke depan akan membangun ruang kelas baru,” jelasnya.

Diakuinya, kondisi sekolah sekarang membuat bingung. Apalagi, belum ada kepastian kapan Disdik akan mengalokasikan anggaran untuk penyelesaian bangunan. “Kabarnya kita akan dapat bantuan dari Dana Alokasi Khusus atau DAK untuk realisasinya Januari 2017 mendatang. Tapi, untuk kebenarannya kami belum tahu pasti,” tukasnya.

 

Reporter: Dede Suhendar

Editor     : Sabastian

.