Memperin Airlangga: Industri Semen Nasional Masih Lemah

  ©transbogor.co
RESMIKAN PABRIK- Menperin RI, Airlangga Hartarto (kedua kanan), Wagub Jabar, Deddy Mizwar (kanan) serta Dirut PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya (kedua kiri) saat hendak meresmikan operasional pabrik baru plant 14, di Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Kamis (20/10/2016).

Transbogor.co- Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menpin-RI), Ir. Airlangga Hartarto mengatakan, industri semen nasional tahun 2016 mengalami kondisi yang cukup sulit, mengingat pertumbuhan penjualan semen bulan Januari sampai September 2016 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, hanya meningkat sebesar 3,8 persen.

Namun, kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini, dengan dimulainya proyek percepatan infrastruktur kondisi di masa depan akan semakin cerah dengan laju pertumbuhan yang cukup baik.

“Pertumbuhan positif terhadap industri semen tentunya membutuhkan sinergi antara pemerintah, dan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif,” ungkapnya saat meresmikan pengoperasian pabrik baru plant 14 milik PT. Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk, di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Kamis (20/10/2016).

Airlangga berpesan, bahwa dengan berdirinya pabrik ke 14 PT. ITP,Tbk dengan kapasitas produksi sebanyak 18 juta ton semen per tahun, tentu akan menambah kapasitas produksi semen nasional yang diharapkan mampu mendukung kebutuhan dan pasok semen secara signifikan.

“Peningkatan kapasitas produksi semen secara nasional akan sejalan dengan program percepatan pembangunan infrastruktur terpadu yang telah dicanangkan pemerintah,” ungkapnya.

Kapasitas produksi yang besar saat ini untuk pemenuhan semen dalam negeri juga berpotensi untuk meningkatkan dan memperluas pasar ekspor.

Maka, lanjut Airlangga,  dalam memperlancar jalur distribusi, upaya yang dilakukan PT. ITP dengan membangun grinding plant, packing plant, batching plant dan sarana gudang penyimpanan lainnya.

Terutama, di luar Pulau Jawa sangat membantu mengurangi biaya logistik, yang pada akhirnya akan mendukung ketersedian semen merata di Indonesia. “Upaya yang dilakukan Indocement semua itu sangat membantu mengurangi biaya logistik,” tandasnya.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.