Muspida Indahkan Kembali Stadion Pakansari Lewat Gerakan Jumsih, Bupati Minta Pengrusakan Tidak Terulang

  
JUMSIH- Bupati Hj. Nurhayanti (kedua kanan), Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP), Lita Ismu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Hj. Camalia W. Sumaryana (ketiga kanan) dan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), Syarifah Sofiah saat melakukan program Jumat Bersih (Jumsih) di Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (21/10/2016). Kegiatan ini melibatkan unsur TNI dan Polri. Sabastian| Transbogor.co

Transbogor.co- Mungkin masih segar dalam ingatan kita maupun pembaca media online Transbogor.co tentang tragedi yang terjadi, pada Jumat (21/10/2016) pekan lalu.

Di mana, tepat satu minggu Kabupaten Bogor menjadi saksi aksi brutal ratusan oknum suporter Persija Jakarta yang dikenal dengan “The Jak” bentrok dengan Bobotoh Persib Bandung (Viking) yang mengakibatkan suasana mencekam kala itu.

Tercatat, puluhan korban terluka, senjata tajam, bahkan 4 anggota Jakmania terpaksa ditahan Polres Bogor, karena terbukti membawa empat linting narkoba jenis daun ganja.

Satu hal yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangat menyesalkan ini terjadi yakni kerusakan Stadion Pakansari Cibinong. Gerbang pintu masuk, selasar dirusak, serta aksi vandalisme di stadion, juga tak lepas dari ulah ratusan Jakmania yang kala itu menyaksikan pertandingan Tim Persija melawan PS TNI.

Penyesalan ini begitu tampak tatkala Bupati Nurhayanti beserta Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat melihat keadaan stadion yang beralamat di Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong dalam rangka kegiatan Jumat Bersih (Jumsih), Jumat (21/10/2016).

“Kita sudah evaluasi, dan beberapa item yang menjadi korban pengrusakan di stadion perlahan sudah mulai diperbaiki. Sekarang kita tengah membicarakan bagaimana pertandingan-pertandingan ke depannya. Yang jelas, saya tidak mau ada lagi aksi pengrusakan di stadion ini,” tegas Nurhayanti di sela kegiatan di Stadion Pakansari Cibinong.

Lanjut Nurhayanti,dari kejadian tersebut, dia mengirimkan surat kepada PS TNI dan PSSI agar ke depannya tak terjadi kejadian yang merugikan masyarakat banyak, seperti ini.

“Saya berharap ke depannya di setiap pertandingan yang melibatkan banyak suporter pengawalannya lebih diperketat. Dan, saya akan kirim surat kepada PS TNI serta PSSI, juga pihak kepolisian untuk sigap agar ke depannya lebih baik,” ungkapnya.

Ke depan, sambung bupati, Gerakan Jumsih yang dilakukan di lingkungan stadion pakansari tetap terjaga kebersihan, ketertiban dan keindahannya serta berpotensi menjadi sarana edukasi masyarakat, tentang pentingnya menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan, dimulai dengan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Mengingat pelaksanaan ini melibatkan unsure pemerintah daerah, TNI dan Polri, kirannya gerakan ini akan merefleksikan kekompakan, kebersamaan dan kemandulan di antara seluruh elemen masyarakat Bumi Tegar Beriman, dan kegiatan Jumsih ini akan digalakan rutin antara sebulan sekali atau tiga bulan sekali,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Nurhayanti juga mengatakan sejak diresmikan, pada tanggal 16 Maret 2016 lalu, Stadion Pakansari ini telah menunjukkan kualitasnya sebagai pusat kegiatan Nasional di bidang olahraga, antara lain dalam event Pekan Olahraga Nasioal (PON) XIX Jabar, serta kegiatan lainnya yang bersifat Nasional, termasuk pertandingan sepak bola antar daerah.

Oleh karena itu, tentunyamerupakan kewajiban bersama untuk senantiasa memelihara kebersihan, ketertiban dan keindahan Stadion Pakansari. “Marilah kita manfaatkan momentum Jumsih untuk menunjukkan komitmen, perhatian dan tanggung jawab kita bersama terhadap kondisi lingkungan Stadion Pakansari, sebagai cerminan kesadaran bersama, bahwa stadion ini merupakan milik bersama seluruh masyarakat Kab. Bogor,” imbuhnya.

Bupati pun menghimbau kepada semua pihak agar gerakan Jumsih tidak hanya menjadi aksi sesaat, melainkan harus menjadi kesadaran yang melekat dalam diri personal, sehingga setiap berada di Stadion Pakansari akan selalu tergerak untuk menjaga dan memelihara kebersihan lingkungannya.

 

Reporter: Sabastian

Editor     : Arief Pramana

.