Segudang Sejarah Masjid As Syuura Garut

Siapa sangka bangunan kuno yang berada di Kampung Cipari, Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini adalah mesjid. Sekilas bangunan berukuran 30x70 meter yang bersatu dengan lingkungan pesantren ini nampak seperti gereja. Bila dilihat dari samping, bangunan ini mirip seperti bangunan perkatoran atau sekolah jaman kolonial Belanda. Untuk mempertegas bila bangunan ini sebuah mesjid, di ujung menara yang ditopang dengan besi setinggi 5 meter diletakkan bulan sabit terbuat dari pernekel.

Masjid yang terletak jauh dari hiruk pikuk kota ini menyimpan segudang sejarah. Daerah ini sempat dijadikan pusat pergerakan islam di Jawa Barat baik pada zaman kolonial Belanda, Jepang, maupun setelah kemerdekaan. Mesjid ini juga dijadikan benteng perlindungan para ulama dan warga sekitar.

Mesjid yang masih berdiri megah ini telah menjadi saksi sejarah berbagai gejolak sosial di wilayah Garut. Menara masjid yang bergaris tengah satu meter itu, tampak bagai sosok tua. Disekitar tubuh menara terlihat penuh bekas hujaman peluru. Begitu pun teralis besi kaca menara mesjid yang sudah karatan masih terlihat lubang bekas timah panas. Bahkan pada masa pemberontakan DI/TII, sedikitrnya masjid ini pernah diserbu sebanyak 69 kali. Namun sampai kini masjid ini masih berdiri kokoh.