A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php72/neraca_sessione9669c8042f8c5d8afc8cabe4300f503): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php72)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Gubernur Jabar Tinjau Lahan Relokasi Korban Longsor Sukajaya

Gubernur Jabar Tinjau Lahan Relokasi Korban Longsor Sukajaya

Oleh :Arif Pramana
Gubernur Jabar Tinjau Lahan Relokasi Korban Longsor Sukajaya

Transbogor.co- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung sejumlah titik calon lahan yang akan dijadikan tempat relokasi atau hunian tetap (huntap), bagi warga korban longsor Sukajaya Kabupaten Bogor.

Didampingi Bupati Ade Yasin, Emil, sapaan akrabnya, memberikan dua opsi yang telah diusulkan juga oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Opsi yang ditawarkan Emil adalah merelokasi ke 15 wilayah lain atau memindahkan seluruh penduduk atau bedol desa.

Salah satu tempat yang ditawarkan untuk relokasi korban longsor adalah lahan PTPN VIII di Kabupaten Bogor.

“Ada dua opsi, tetap di sini tapi harus dicek dulu oleh ahli. Opsi kedua, sebenarnya lebih kami sukai, karena memindahkan tidak terpencar-pencar, langsung semuanya di lokasi yang sama,” kata Emil usai memberikan bantuan secara simbolis di Kantor Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Selasa (28/1/2020).

Ia mengatakan, opsi pertama diberikan sesuai dengan keinginan sebagian warga yang masih menginginkan di relokasi di tempat yang tidak jauh dari kediamannya.

“Tapi kita harus cek dulu dengan ahli geologi. Kalau ternyata tidak ditemukan lahan yang datar, tidak memadai, ada juga lahan miring, rawan apa tidak, nanti pendapat dari ahli geologi itu akan dijadikan sebuah informasi (ke warga),” kata dia.

Opsi kedua, lanjutnya, merelokasi warga dengan bedol desa. Bagi warga Pasir Padang misalnya, lokasi relokasi yang disiapkan berada di lahan PTPN VIII.

“Kita sudah ada tempat 15 kilometer dari sini, ada tanah luas milik PTPN yang akan kita kondisikan sebagai perkampungan baru, jadi bedol desa,” tambah Emil.

Seluruhnya ada 15 lokasi yang disiapkan pemerintah. Belasan calon lokasi relokasi itu tersebar di 3 wiayah. Lima titik di lokasi lahan milik PTPN VIII Cikasugka seluas 20,48 hektare. 8 lokasi di tanah perusahaan bukan milik PTPN seluas 59,5 hektare, serta 2 lokasi di tanah warga seluas 1,72 hektare. Total kebutuhan lahan untuk relokasi warga korban longsor Kabupaten Bogor mencapai 81,7 hektare.

Emil juga sempat melihat salah satu lokasi bakal relokasi warga di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Lahan PTPN diklaimnya, salah satu yang cocok untuk merelokasi warga.

“Karena lahannya juga lahan hijau, jadi selain rumah nanti kita bisa sediakan tempat bercocok tanam atau bekerja sama dengan PTPN mengelola tanah pertanian,” kata dia.

Untuk itu, ia meminta warga segera memutuskan secepatnya untuk memilih di antara dua opsi itu. Pemerintah berencana memulai membangun hunian untuk relokasi warga korban longsor awal Februari mendatang.

Pemerintah juga masih membuka opsi memberikan bantuan untuk perbaikan rumah, jika lokasi rumahnya memungkinkan untuk ditempati berdasarkan tingkat kerusakannya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menambahkan, peninjauan lokasi memang untuk penempatan hunian tetap, supaya warga yang rumahnya hancur bisa segera mendapatkan hunian lagi. Menurut Ade, saat ini untuk di Kecamatan Cigudeg, lahannya sudah ada dan sudah diukur.

“Untuk desanya sudah ditentukan tinggal tunggu tanggap darurat selesai, sambil menunggu hasil oleh tim geologi. Karena, ada dua opsi yang perlu dipetimbangkan, kalau aman dan nyaman kenapa tidak,” jelasnya.

Ade juga mengungkapkan, pihaknya akan terus berkoordinasi baik dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat guna mempercepat lahan relokasi dan pembangunan huntap.

“Semua kita lakukan agar masyarakat korban bencana alam baik yang direlokasi ataupun tidak, bisa merasa aman dalam menjalani kehidupan kedepannya,” pungkasnya.