A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php72/neraca_sessiond3f91b80b0f56524bd1787dfd184cab6): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 156

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php72)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 140

Backtrace:

File: /home/httptran/public_html/application/controllers/Baca.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/httptran/public_html/index.php
Line: 316
Function: require_once

Gelar Patroli Cegah Tawuran Pelajar, Muspika Bogor Tengah Temukan Senjata Tajam

Gelar Patroli Cegah Tawuran Pelajar, Muspika Bogor Tengah Temukan Senjata Tajam

Oleh :Arif Pramana
Gelar Patroli Cegah Tawuran Pelajar, Muspika Bogor Tengah Temukan Senjata Tajam

Transbogor.co- Camat Bogor Tengah, Agustiansyah bersama jajaran Koramil 0601 dan Polsek Bogor Tengah, melakukan patroli di kawasan Jalan RE Martadinata, Selasa (28/1/2020).

Hasilnya, petugas menemukan dua senjata tajam (Sajam), diduga milik pelaku tawuran yang sengaja di simpan di kawasan tersebut.

“Tadi cuma dapet dua sajam,” ujar Agus kepada Radar Bogor, Selasa (28/1/2020). Menurutnya, kegiatan yang dilakukanya merespon instruksi Wali Kota Bogor yang meminta ada pengawasan di wilayah masing-masing.

Penyisiran dilakukan di titik-titik yang terindikasi sering digunakan berkumpul anak-anak yang akan melakukan tawuran.

Agus menjelaskan, dua sajam jenis pedang itu kini diamankan aparat kepolisian sebagai barang bukti.

Dirinya bakal terus melakukan kegiatan patroli untuk mengantisipasi terjadinya tawuran di Kota Bogor, khususnya di Kecamatan Bogor Tengah.

Sebelumnya, tawuran pelajar yang terjadi di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (25/1/2020) dinihari, menewaskan seorang siswa.

Sekolah, orang tua, pemerintah kota dan polisi kecolongan. Padahal aksi brutal tersebut merupakan kejadian ketiga dalam pekan ini.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan akan mendalami kasus tersebut, apakah tawuran yang terjadi pukul 01.00 dini hari itu, tidak terencana atau memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Berkaca pada kasus-kasus sebelumnya, aksi tawuran terjadi karena sudah direncanakan.

Biasanya bermula dari saling ejek di media sosial. Kemudian akhirnya saling tantang, lalu menentukan waktu dan tempat bertarung. “Namun, masih kita dalami motifnya,” beber dia.

Menurut dia perlu dilakukan evaluasi dan koordinasi kembali. Jangan sampai ada yang salah dengan sistem pencegahan tawuran selama ini.